Kalbe Farma (KLBF) Pastikan Pabrik Dialyzer Perdana mulai Komersial Januari 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe), melalui PT Forsta Kalmedic Global, berhasil membangun fasilitas produksi dialyzer pertama di Indonesia. Pabrik dialyzer akan beroperasi secara komersial pada 2025.
“Kami akan mulai memproduksi dan penjualan secara komersial mulai Januari 2025,” ujar Direktur Forsta Kalmedic Global Yvone Astri Della Sijabat, menjawab Investortrust.id, Rabu (19/12/2024).
Baca Juga
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kalbe (KLBF) Susu Tanpa Perisa dan Gula Tambahan
Dialyzer merupakan bahan habis pakai (consumables) penting dalam tindakan hemodialisis atau cuci darah. Menjadi perusahaan nomor dua di ASEAN yang memiliki fasilitas produksi dialyzer, Forsta menegaskan komitmen Kalbe dalam mendorong kemandirian industri kesehatan dalam negeri.
Dialyzer Forsta yang terdaftar menggunakan nama RenaCare, dipasarkan oleh PT Renalmed Tiara Utama. Dialyzer RenaCare sudah diproduksi menggunakan komponen lokal dengan estimasi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%.
Ada sejumlah manfaat dari kemandirian industri hemodialisa di berbagai sektor. Pada sektor ekonomi, dapat mengurangi impor dan menciptakan lapangan kerja. Pada sektor kesehatan, membantu ketersediaan alat yang semakin terjangkau dan efisiensi pasokan alat kesehatan.
Sedangkan pada sektor ketahanan nasional, produksi lokal dialyzer memperkuat ketahanan nasional, dengan memastikan ketersediaan produk tetap stabil dan layanan kesehatan berlanjut meski terjadi krisis global.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Susun Peta Jalan Menuju Net Zero Emission
“Produksi lokal dialyzer menghilangkan bea impor dan biaya pengiriman internasional, sehingga harga lebih terjangkau dan biaya perawatan hemodialisis menjadi lebih aksesibel bagi pasien dan fasilitas kesehatan,” jelas Yvone.
Selain itu, produksi lokal dialyzer mengurangi ketergantungan impor, memastikan ketersediaan produk, menghindari gangguan rantai pasok global, dan menekan dampak fluktuasi nilai tukar.
Forsta telah melakukan transfer teknologi dengan mitra dari Italia. Penandatanganan kerja sama maupun launching produk ini, dilakukan dalam ajang bergengsi dunia yakni di MEDICA, Jerman.
Baca Juga
Laba Atribusi Kalbe Farma (KLBF) Naik 15,2% hingga Kuartal III-2024, Nilainya Jadi Segini
Pada acara tersebut, Forsta mendapatkan dukungan dari Kemendag, Atase Perdagangan Hamburg, KBRI di Berlin, Kemlu. Selain itu, juga disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jerman yang juga adalah Wakil Menteri Luar Negeri 3, Arif Havas Oegroseno.
Dialyzer produksi Forsta pun meraih Penghargaan Karya Anak Bangsa oleh Kemenkes, sebagai Fasilitas Produksi Dialyzer Pertama di Indonesia. “Dialyzer juga telah meraih sertifikasi CPAKB (cara pembuatan alat kesehatan yang baik) dari Kementerian Kesehatan,” ujar Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy.

