Kalbe Farma (KLBF) Targetkan Fasilitas Produksi Radiofarmaka di Surabaya Beroperasi 2025
JAKARTA, investortrust.id – Fasilitas produksi radiofarmaka milik PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), melalui anak usaha PT Global Onkolab Farma (GOF), di Surabaya ditargetkan mulai beroperasi pada 2025. Target tersebut ditetapkan setelah peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka dilakukan Jumat (16/8/2024).
Produk yang dihasilkan fasilitas tersebut, khususnya Fluorodeoxyglucose (FGD), untuk keperluan deteksi dini penyakit kanker. Fasilitas produksi ini disiapkan untuk melayani rumah sakit di kawasan Jawa Timur.
“Ini merupakan pembangunan fasilitas Kalbe yang kedua, setelah Jakarta.” jelas Direktur Kalbe Farma Mulialie yang dikutip pada Jumat (16/8/2024).
Menurut dia, radiofarmaka produksi dalam negeri itu merupakan wujud kontribusi Kalbe untuk meningkatkan kemandirian kesehatan Indonesia. Pembangunan fasilitas di Surabaya merupakan fasilitas kedua milik Kalbe, setelah dimulainya pembangunan di Jakarta pada 1 Februari 2024.
Baca Juga
Target Laba Kalbe Farma (KLBF) Direvisi Naik, Bagaiman dengan Sahamnya?
“Pembangunan fasilitas radiofarmaka dalam negeri merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk terus meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam penanganan penyakit kanker,” sambung Mulia.
Manajemen menginformasikan, pembangunan fasilitas produksi radiofarmaka itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, yaitu program transformasi kesehatan.
Inisiasi mereka juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.
“Pendirian fasilitas produksi ini bagian dari kontribusi sektor industri dalam hal ini Kalbe untuk mengakselerasi pertumbuhan ekosistem radiofarmaka dan kedokteran nuklir di Indonesia,” ujar Mulia.
Manajemen menegaskan, fasilitas produksi radiofarmaka yang memproduksi FGD itu sangat diperlukan untuk menunjang layanan pemeriksaan Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET/CT-Scan) yang ada di rumah sakit.
Baca Juga
Mulia berharap, produksi radiofarmaka Kalbe dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam pemeriksaan PET/CT-Scan. sekaligus membantu memperluas akses ke lebih banyak pasien kanker untuk menjalani terapi kanker secara komprehensif.
PET/CT-Scan adalah pemeriksaan pencitraan medis tingkat lanjut yang memberikan informasi mendetail tentang fungsi organ atau sistem dalam tubuh, khususnya untuk mendeteksi adanya penyakit kanker.
Dibandingkan MRI scan atau CT scan saja, PET-CT scan atau PET-MRI scan dapat memberikan lebih banyak informasi untuk penentuan tahap kanker.

