Dirut Teddy Tambah Saham Mitratel (MTEL)
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama (Dirut) Theodorus Ardi Hartoko memborong sebanyak 1,3 juta saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Aksi ini mempertebal saham MTEL yang dikuasainya dari 6,86 juta menjadi 8,16 juta saham.
Berdasarkan pengumuman resmi Theodorus Ardi Hartoko atau yang dikenal dengan Teddy membeli sebanyak 1,3 juta saham MTEL dengan harga Rp 582 per saham. Saham tersebut dibeli pada 12 Desember 2024.
“Pembelian tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis pengumuman resmi manajemen MTEL dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/12/2024).
Baca Juga
Akuisisi Fiber Optik, Saham Mitratel (MTEL) Jadi Pilihan Teratas
Pembelian saham ini bagian dari pelaksanaan management employee stock option plan (MESOP) II sebanyak 33,60 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 582 per saham. Periode pelaksanaan MESOP II terhitung sejak 1 November hingga 12 Desember 2024.
Sebelum Teddy, Direktur MTEL Hendra Purnama telah terlebih dahulu merealisasikan pembelian sebanyak 1,7 juta saham MTEL melalui MESOP dengan harga pelaksanaan Rp 582 per saham pada 7 November 2024. Aksi dengan tujuan untuk investasi ini menjadikan total saham MTEL yang dikuasai Hendra Purnama bertambah menjadi 5,13 juta saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Kafi Ananta sebelumnya mengatakan, BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keputusan Mitratel (MTEL) untuk mengakuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) yang memiliki fiber optik sepanjang 8.101 km menjadi sentimen positif. Sebab, aksi ini langsung berimbas terhadap tambahan pendapatan senilai Rp 10 miliar per bulan.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Ungkap Akuisisi Fiber Optik UMT akan Langsung Berkontribusi terhadap Pendapatan
“Mitratel akan lansgung mendapatkan tambahan pendapatan senilai Rp 10 miliar pada kuartal IV-2024 usai akuisisi ini dituntaskan. Sedangkan pendanaan berasal dari utang yang sudah dikantongi perseroan pada kuartal III-2024,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Selain menambah pendapatan, Niko Margaronis mengatakan, akuisisi ini akan meningkatkan porsi segmen penyewaan fiber optik menjadi 5,4% terhadap total pendapatan. Sebagaimana diketahui bisnis fiber optik memiliki potensi pertumbuhan lebih pesat ke depan.
Baca Juga
Usai Tuntaskan Transformasi, Mitratel (MTEL) Beberkan Fokus Ini ke Depan
Hingga kuartal III-2024, Mitratel (MTEL) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 6,81 triliun dan Rp 1,53 triliun. Raihan laba tersebut setara dengan 73,7% dari target BRI Danareksa Sekurtias.
Dengan aksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memeprtahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 1.000 per saham. Target tersebut menyiratkan proyeksi EV/EBITDA tahun 2025 sebanyak 12,5 kali. Saat ini, saham MTEL ditransaksikan pada EV/EBITDA sektiar 8,7 kali.
Grafik Saham MTEL

