Adaro Andalan (AADI) Resmi Listing di BEI, Saham Langsung ARA
JAKARTA, investortrust.id - Emiten batubara thermal, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). resmi melantai dan menjadi perusahaan ke-40 yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024.
Saham ini dibuka dengan harga perdana Rp 5.550 per saham, saham AADI langsung melesat 1.100 poin (19,82%) ke level Rp 6.650, sesaat setelah listing pukul 09.01, Kamis (5/12/2024).
Tercatat hingga 09.52 WIB saham AADI ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 1,35 juta kali dan volume perdagangan saham sebanyak 333 ribu lot, senilai Rp 2,21 miliar.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Gelar Listing Saham di BEI, Bagaimana Prospek Usaha dan Target Harga Sahamnya?
Adaro Andalan (AADI) menetapkan harga IPO senilai Rp 5.550 per saham, sehingga total dana yang diraup dari aksi tersebut mencapai Rp 4,32 triliun. AADI juga akan tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) bernilai Rp 43,27 triliun dan menjadikannya sebagai emiten terbesar yang listing di BEI tahun ini. Atas antusiasme pasar, Perseroan berhasil mencatatkan kelebihan permintaan sebesar 260,14 kali pada penjatahan terpusat.
Dalam prospektusnya, perseroan menyebutkan bahwa sekitar 37,23% dana hasil IPO saham akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak, PT Maritim Barito Perkasa. Dana tersebut nantinya digunakan untuk investasi dan aksi korporasiguna menudkung peningkatan aktivitas operasional.
Sementara itu, 14,89% dana juga dialokasikan untuk pembayaran kembali atas sebagian pinjaman dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman kepada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) Sebagai Efek Syariah
Direktur Utama Perseroan Julius Aslan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas seluruh dukungan sehingga Perseroan dapat melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Desember 2024.
“Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat mengoptimalkan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dari aset-aset yang dimiliki. Kami tetap optimis dengan prospek pasar batu bara termal global yang ditopang oleh pertumbuhan permintaan energi,” ujar Julius dalam seremoni pencatatan perdana saham AADI, Kamis (5/12/2024).
Adaro Andalan (AADI) juga mencatatkan kinerja yang positif terbukti dari pendapatan usaha senilai US$ 2,66 miliar hingga semester I-2024. Laba periode berjalan mencapai US$ 920 juta.
Terkait prospek bisnis perseroan ke depan, Adaro Andalan (AADI) dalam prospektusnya menyebutkan, permintaan energi global terus melonjak ke depan. Hal didorong oleh populasi, ekspansi ekonomi, dan peningkatan standar hidup yang mendorong peningkatan konsumsi energi.
Baca Juga
Alamtri Resources (ADRO) Tetapkan Rasio dan Harga PUPS Adaro Andalan (AADI)
Kemajuan teknologi seperti perangkat digital hingga kendaraan listrik dan pusat data, juga memerlukan banyak energi. Selain itu, globalisasi dan pertumbuhan industri padat energi berkontribusi terhadap kebutuhan energi yang lebih tinggi.
Kendati demikian, ketegangan geopolitik dan upaya mencapai ketahanan energi dari masing-masing negara memerlukan jalur perdagangan pasokan yang lebih rumit, dibandingkan sebelumnya, sehingga pembangunan infrastruktur diperlukan dan biaya bertambah akibat tekanan inflasi.
Hal ini mendorong permintaan sumber energi yang kompetitif dan berkelanjutan secara keseluruhan bertambah.

