Melesat 72,07%, Saham Adaro Andalan (AADI) Ditutup ARA Tiga Hari Beruntun
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berhasil catatkan penguatan harga sebanyak 72,07% hanya tiga hari ditransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lompatan tersebut terjadi setelah saham emiten yang dikendalikan Garibaldi Thohir ini melesat ARA dalam tiga hari beruntun.
Berdasarkan data perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AADI ditutup ARA dengan kenaikan Rp 1.575 (19,75%) menjadi Rp 9.550. Saham AADI kembali dibuka langsung ARA dan bertahan hingga sesi I berakhir.
Baca Juga
IPO PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ‘Oversubscribed’ 260,14 Kali
Penguatan pesat saham emiten batu bara ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) AADI melesat dari Rp 43,27 triliun menjadi Rp 76,34 triliun.
Perseroan sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 778,68 juta atau 10%. Adaro Andalan (AADI) menetapkan harga IPO senilai Rp 5.550 per saham, sehingga total dana yang diraup dari aksi tersebut mencapai Rp 4,32 triliun.
Perseroan dalam prospektus IPO saham menyebutkan bahwa sekitar 37,23% dana hasil IPO saham akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak, PT Maritim Barito Perkasa. Dana tersebut nantinya digunakan untuk investasi dan aksi korporasiguna menudkung peningkatan aktivitas operasional. Sebanyak 14,89% dana juga dialokasikan untuk pembayaran kembali atas sebagian pinjaman dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman kepada PT Alatri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Gelar Listing Saham di BEI, Bagaimana Prospek Usaha dan Target Harga Sahamnya?
Adaro Andalan (AADI) adalah perusahaan batu bara yang memiliki tujuh aset pertambangan batu bara termal yaitu Adaro Indonesia (AI), Laskar Semesta Alam (LSA), Semesta Centramas (SCM), Paramitha Cipta Sarana (PCS), Mustika Indah Permai (MIP), Pari Coal (PC) dan Ratah Coal (RC).
Dari ketujuh aset tersebut, lima di antaranya, yaitu AI, LSA, SCM, PCS terletak di Kalimantan Selatan dan MIP yang terletak di Sumatera Selatan sudah beroperasi. Sedangkan dua aset lainnya yaitu PC dan RC yang terletak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dan belum beroperasi karena masih dalam tahap pengembangan.
Berdasarkan Laporan Cadangan dan Sumber Daya JORC yang disusun oleh PT Quantus Consultants Indonesia (QCI), konsesi AI, LSA, PCS, SCM, dan MIP memiliki estimasi cadangan batu bara sebesar 917,4 juta ton, dengan sumber daya sebesar 4,1 miliar ton per 30 Juni 2024. Per 30 Juni 2024, Grup Perseroan memproduksi batu bara termal sebesar 32,74 juta ton.
Grafik Saham AADI

