OJK Tetapkan Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) Sebagai Efek Syariah
Sebagai informasi, AADI menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 5.550 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup dari aksi ini mencapai Rp 4,31 triliun.
Dengan diraihnya pernyataan efektif IPO saham dari OJK, perseroan menetapkan pencatatan saham AADI di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Desember 2024. Sedangkan masa penawaran umum akan berlangsung 29 November-3 Desember 2024 dan penjatahan saham bagi investor ditetapkan pada 3 Desember 2024. Adapun bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).
Baca Juga
Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 5.550, Adaro Andalan (AADI) Raih Pernyataan Efektif IPO Saham
AADI dalam prospektusnya menyebutkan bahwa dana hasil IPO saham akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada perusahaan anak untuk mendukung investasi dan kegiatan operasional lainnya. Total dana yang dialokasikan mencapai 40% dari raihan dana IPO saham.
AADI juga mengalokasikan sebanyak 15% dana hasil IPO saham untuk pembayaran kembali atas sebagian pinjaman. Sisanya digunakan untuk pembayaran kembali kepada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebagian pokok atas pinjaman berdasarkan perjanjian pinjaman pada 24 Juni 2024.
Terkait kinerja keuangan, Adaro Andalan (AADI) membukukan pendapatan usaha senilai US$ 2,65 miliar hingga semester I 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 3,25 miliar. Sebaliknya laba periode tahun berjalan sampai semester I 2024 justru meningkat dari US$ 804,75 juta menjadi US$ 922,76 juta. Total aset mencapai US$ 5,43 miliar hingga semester I 2024 dan total ekuitas senilai US$ 2,71 miliar.
Adaro Andalan dalam prospektusnya menyebutkan bahwa manajemen perseroan merencanakan rasio pembayaran dividen sampai 45% dari laba bersih konsolidasi mulai tahun 2025. Perseroan juga membuka pembagian dividen interim ke depan.

