Diduga Biarkan Pengguna AS Bertaruh, Departemen Kehakiman AS Investigasi Platform Taruhan Prediksi Kripto "Polymarket"
JAKARTA, investortrust.id - The US Department of Justice atau Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah melakukan penyelidikan terhadap platform taruhan prediksi kripto yaitu Polymarket, karena diduga membiarkan para pengguna di AS bertaruh di dalam platform tersebut.
Melansir Bloomberg, Kamis (14/11/2024), The Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeksekusi surat perintah penggeledahan terhadap Kepala Eksekutif Polymarket Shayne Coplan, dan menyita telepon genggam, serta barang elektronik lainnya.
Berdasarkan perjanjian dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas yang dicapai pada 2022, Polymarket akan mencegah pedagang yang berbasis di AS untuk melakukan transaksi di platform tersebut.
Popularitas Polymarket melonjak menjelang pemilihan presiden AS, karena mengklaim menjadi pihak yang dapat memprediksi hasil politik yang lebih akurat berdasarkan jajak pendapat tradisional. Pengguna platform ini dapat bertaruh dengan jumlah uang yang tak terbatas untuk kandidat favorit mereka, sedangkan platform pesaing punya batasan untuk taruhan.
Baca Juga
Survei MV Capital: Pasar Kripto akan Capai Puncaknya di Paruh Kedua 2025
Perdagangan besar-besaran sebelum 5 November atau menjelang pemilu AS oleh seorang investor Perancis yang menguntungkan Donald Trump menimbulkan pengawasan tambahan terhadap platform tersebut. Para penentang di pasar prediksi politik menuduh jika para petaruh berpotensi memanipulasi pasar dengan mendistorsi persepsi publik agar menguntungkan Trump.
Dalam sebuah pernyataannya, Polymarket mengatakan, bahwa perusahaan akan berdiri sendiri dan untuk komunitas. Lalu menuduh penggeledahan yang dilakukan FBI tersebut memiliki motif politik.
“Polymarket adalah pasar prediksi yang sepenuhnya transparan yang membantu masyarakat awam lebih memahami peristiwa penting bagi mereka,” kata perusahaan.
Baca Juga
Sekadar informasi, sebelumnya, Polymarket telah menyelesaikan gugatan penegakan hukum dengan CFTC dua tahun lalu, dan membayar denda sekitar US$ 1,4 juta, selain setuju untuk memblokir pengguna AS.
Polymarket juga mengatakan dalam beberapa minggu terakhir bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah tambahan untuk memverifikasi dan memblokir pengguna yang mereka curigai sebagai warga negara AS atau tinggal di AS.

