"Trump Effect" Plus Kenaikan Inflasi AS Lambungkan Bitcoin hingga Ukir Rekor Harga Tertinggi Baru di US$ 93.469
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) sempat mencapai level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high di level US$ 93.000, tepatnya di US$ 93.469 untuk pertama kalinya seiring investor yang mencerna keuntungan pasca Pemilu dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang meningkat.
Bitcoin naik di atas US$ 93.000 untuk pertama kalinya pada hari Rabu (13/11/2024) pukul 23.15 WIB, menambah reli pasca Pemilu. Karena para pedagang mencermati data inflasi AS Oktober.
Harga mata uang kripto andalan terakhir kali naik lebih dari 1% pada US$ 91.201. Pada satu titik, harganya sempat naik ke rekor baru US$ 93.469.
Baca Juga
Bitcoin dan Saham AS Makin Solid Pasca Pilpres AS, Reli Berlanjut atau Terhenti?
Melansir CNBC, Kamis (14/11/2204) para trader mencerna indeks harga konsumen terbaru, yang menunjukkan harga naik 0,2% pada bulan Oktober, sehingga tingkat inflasi 12 bulan naik menjadi 2,6%. Itu sesuai dengan ekspektasi.
Bitcoin yang baru-baru ini diuntungkan oleh reli besar pasca Pemilu AS di seluruh aset berisiko, dipandang oleh banyak investor sebagai lindung nilai terhadap kebijakan fiskal potensial yang dapat memicu inflasi.
Baca Juga
Bitcoin Capai Rekor Tertinggi di US$ 89.956, Apakah Terlambat Jika Beli Sekarang?
Sisa pasar kripto dijual karena investor mengambil untung dari reli minggu lalu. Saham Coinbase turun 10% dan MicroStrategy turun hampir 8%.
Sebagian besar penambang Bitcoin, termasuk Mara Holdings, Riot Platforms, CleanSpark, dan Iren, yang sebelumnya dikenal sebagai Iris Energy, anjlok dua digit. Ether turun 3% dan XRP turun 4%. Dogecoin naik 2%. Dogecoin telah menjadi salah satu pemenang terbesar sejak pemilihan karena keterlibatan CEO Tesla Elon Musk dalam kampanye Presiden terpilih Donald Trump dan perannya yang akan datang dalam pemerintahannya, yang diumumkan Selasa malam.
Menilik data Coinmarketcap, Kamis (14/11/2024) pukul 09.00 WIB harga BTC terpantau tengah berada di US$ 90.195, turun 0,30% dalam satu jam terakhir namun naik 2,31% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sepekan BTC sudah melonjak 19,6% secara harga dengan market cap saat ini di posisi US$ 1,78 triliun.
Pasar kripto sempat mengalami koreksi yang cukup tajam usai kenaikan harga yang sangat pesat. Para analis memperingatkan akan potensi turbulensi setelah Indeks Fear and Greed mulai menyentuh area Extreme Greed, yang menandakan situasi overbought di ruang kripto.
"Meskipun koreksi harga ini terlihat cukup curam, jika kita melihat kinerja grafik harga mingguan dan bulanan, maka kita akan bisa melihat pergerakan rally dengan jelas, yang menurut beberapa pihak mulai mendapatkan momentum usai kemenangan Trump di Pemilu AS," melansir riset Luno, Rabu (13/11/2024).
Di Washington, presiden terpilih AS Donald Trump telah menunjuk Elon Musk dan mantan kandidat presiden Vivek Ramaswamy untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah baru – yang dinamai D.O.G.E (Department of Government Efficiency).
The Guardian melaporkan bahwa lembaga tersebut akan bertindak seperti grup penasihat yang memberikan masukan dari luar pemerintah untuk menciptakan pendekatan wiraswasta terhadap pemerintah seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Grup ini tidak ada hubungannya dengan Dogecoin atau aset kripto, namun penamaan ini diyakini oleh beberapa pihak sebagai referensi pada memecoin tersebut, yang sering disebut oleh Elon Musk dalam postingannya di X dan ruang publik lainnya.
Dogecoin naik lebih dari 80% dalam sepekan terakhir dan 200% dalam sebulan terakhir.

