Listing di BEI, Saham Daaz Bara Lestari (DAAZ) Melesat 25%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan komoditas, jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) resmi melantai dan menjadi perusahaan ke-37 yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024.
Dibuka dengan harga perdana Rp 880 per saham, saham DAAZ langsung melesat 220 poin (25%) ke level Rp 1.100, sesaat setelah listing pukul 09.01, Senin (11/11/2024).
Tercatat hingga 09.02 WIB saham DAAZ ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 2.740 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 10,67 juta juta lot, senilai Rp 1,18 miliar.
Sebelum listing, perseroan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering dengan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 300 juta lembar dengan nominal Rp 100 per saham saham yang mewakili 15,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Harga final yang ditetapkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp 880 per saham.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Simak 3 Saham Jagoan Pilarmas Investindo Sekuritas
Dengan hasil IPO saham ini, DAAZ berhasil memperoleh tambahan modal sebesar Rp 264 miliar. Selama masa periode penawaran umum pada tanggal 01 November 2024 sampai dengan 07 November 2024, permintaan saham DAAZ mengalami oversubscription sebanyak 323 kali. Hal ini merupakan bukti bahwa IPO Perseroan mendapatkan respon yang sangat positif dari pasar.
“Kami optimistis melihat antusiasme dari para investor BEI terhadap IPO ini. Suksesnya penawaran umum ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap strategi bisnis dan potensi pertumbuhan jangka panjang DAAZ. Oversubscription atas saham Perseroan menjadi tambahan energi dan semangat bagi kami, karena walaupun banyakemiten baru yang menjalankan IPO namun penawaran umum DAAZ juga tetap menarik perhatian masyarakat,” ujar Direktur Keuangan DAAZ, Muljanto, Senin (11/11/2024).
Dalam IPO ini, Perseroan menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas dan PT CGS International Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek sekaligus Penjamin Emisi Efek
Dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan Perusahaan Anak. Rencananya sebanyak 33.34% akan digunakan untuk pembelian bijih nikel dan modal kerja Perseroan dan sebanyak 66.66% akan disalurkan melalui pinjaman digunakan untuk pembelian batubara, pembelian bahan bakar solar dan modal kerja di Perusahaan Anak.
Baca Juga
Tak Berhenti-henti, Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Lagi Sentuh US$ 81.455 Setara Rp 1,27 Miliar
Oleh sebab itu itu, dengan meningkatnya permintaan akan komoditas nikel, batubara, dan bahan bakar, serta kebutuhan akan angkutan laut dan jasa pertambangan yang lebih efisien, yang didorong oleh program Pemerintah Republik Indonesia untuk terus mengembangkan hilirisasi mineral, DAAZ siap mengambil peran besar dalam memenuhi kebutuhan pasar nasional.
“Langkah IPO ini akan memperkuat daya saing perusahaan dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. “Dengan akses yang lebih baik ke pasar modal dan basis pemegang saham yang lebih luas, kami yakin dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Direktur Utama DAAZ, Mahar Atanta Sembiring.

