IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Simak 3 Saham Jagoan Pilarmas Investindo Sekuritas
sJAKARTA, investortrust.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini (11/11/2024), berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.200– 7.330.
“Potensi koreksi masih terbuka,” ulas Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Senin (11/11/2024).
Pilarmas mencermati bahwa pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh China memberikan dana bantuan sebesar 10 triliun Yuan atau $1.4 triliun kepada Pemerintah Daerah yang terlilit utang, namun tidak memberikan stimulus baru. Menteri keuangan Lan Fo’an menjanjikan kebijakan fiscal yang lebih tegas tahun depan yang mensyaratkan langkah berani harus diambil setelah pelantikan Trump pada bulan Januari mendatang.
Baca Juga
Tak Berhenti-henti, Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Lagi Sentuh US$ 81.455 Setara Rp 1,27 Miliar
Pelaku pasar dan investor akan menanti bulan December sebagai waktu berikut untuk langkah langkah fiskal yang lebih besar, ketika Politbiro sebanyak 24 orang akan membahas perekonomian dalam rapat bulanan dan para pembuat kebijakan akan berkumpul dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat Tahunan.
Lebih lanjut, pasar dan investor akan fokus kepada data Amerika kembali dimana data inflasi akan mencuri perhatian yang dimana inflasi MoM akan tumbuh di 0.1% - 0.2%, namun YoY mengalami kenaikkan dari sebelumnya 2.4% menjadi 2.4% - 2.6%. Real Avg Weekly Earnings YoY juga diproyeksikan akan stabil di kisaran 1%. Selanjutnya, data ketenagakerjaan Initial Jobless Claims dan Continuing Claims yang diproyeksikan naik sedangkan Retail Sales Advance MoM juga diproyeksikan turun dari sebelumnya namun masih terbatas.
Dari Eropa, pelaku pasar akan mencermati kepada pertumbuhan ekonomi QoQ dan YoY kuartal ketiga akan sangat dinanti, karena akan berpengaruh terhadap seberapa jauh Christine Lagarde masih akan memangkas tingkat suku bunga mereka hingga akhir tahun. Industrial Production MoM dan YoY diproyeksikan turun.
Dari Jepang, sama dengan Eropa, dimana ada data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang diproyeksikan akan mengalami penurunan. Selain itu, Tertiary Industry Index, Capacity Utilization dan Industrial production akan mencuri perhatian.
“Volatilitas mungkin akan mereda pekan ini, namun hati hati karena pelaku pasar dan investor bisa saja berbalik arah. Namun harapan untuk bangkit mulai terlihat, karena mungkin inilah dasarnya,” jelasnya.
Baca Juga
Sementara itu, dari dalam negeri, Kementerian Keuangan melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencatat defisit sebesar Rp 309,2 triliun hingga Oktober 2024, meningkat signifikan dari Rp 153,7 triliun pada Agustus 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa defisit ini setara dengan 1,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit terjadi karena pendapatan negara tidak mampu mengimbangi kebutuhan belanja yang meningkat, meskipun masih berada di bawah batas yang telah disetujui bersama DPR.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Support: 6.500
Resistance: 7.175
Target harga: 7.150
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Support: 1.350
Resistance: 1.450
Target harga: 1.440
PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP)
Support: 1.185
Resistance: 1.280
Target harga: 1.265

