Tak Berhenti-henti, Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Lagi Sentuh US$ 81.455 Setara Rp 1,27 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) kembali mencapai titik tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) baru sebesar US$ 81.455 atau setara Rp 1,27 miliar. Peningkatan terus menerus ini terjadi usai beberapa hari setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 dan menyusul pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps oleh bank sentral AS (The Fed) tak lama setelahnya.
Melirik data Coinmarketcap, Senin (11/11/2024), pukul 08.50 WIB harga BTC memang tengah tinggi-tingginya. Harga Bitcoin naik 6%-an dalam 24 jam terakhir dan memiliki market cap US$ 1,6 triliun. Adapun dalam sepekan harga BTC sudah naik 18%-an. Tak hanya BTC, koin-koin kripto lainnya juga tengah semarak. Seperti halnya Ethereum (ETH), Solana (SOL), BNB, Dogecoin (DOGE) yang masing-masing naik 3,17%, 5,73%, 1,92%, dan 33,42%.
Kapitalisasi pasar kripto global saat ini US$ 2,71 triliun, peningkatan 2,99% dari hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 215,32 miliar yang berarti peningkatan 104,90%. Dominasi Bitcoin saat ini adalah 58,81%, peningkatan 1,08% dari hari ini.
Baca Juga
Melansir CryptoNews, Senin (11/11/2024), reaksi pasar menunjukkan meningkatnya harapan bahwa pemerintahan Trump akan membantu dan memajukan sektor kripto, serta undang-undang yang dimaksudkan untuk memvalidasi Bitcoin sebagai aset utama.
Harapan tentang kemungkinan pengaruh Trump pada kebijakan yang menguntungkan aset kripto menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lonjakan Bitcoin terbaru. Analis ByteTree Charles Morris mengungkapkan bahwa kemungkinan Bitcoin dan aset kripto menjadi kelas aset yang lebih utama telah berubah.
Baca Juga
Top! ETF Bitcoin BlackRock Capai Rekor Volume di Tengah Reli BTC
Janji-janji dalam kampanye Trump termasuk membangun cadangan Bitcoin strategis, menempatkan AS sebagai pemimpin dunia di industri kripto dan menugaskan pejabat yang pro kripto. Janji-janji tersebut telah memberi harapan kepada investor karena mereka mengantisipasi kondisi legislatif yang menguntungkan yang dapat mendorong kemajuan sektor ini.
Selain dukungan Trump terhadap aset kripto, penerimaan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot AS di awal tahun ini telah menghasilkan minat institusional yag signifikan. Lonjakan keterlibatan institusional ini telah meningkatkan permintaan dan nilai Bitcoin.
Khususnya, didorong oleh meningkatnya aliran modal ke ETF yang berorientasi pada kripto, CEO Binance Richard Teng sebelumnya memperkirakan bahwa Bitcoin akan melampaui US$ 80.000. Ramalannya tersebut kini menjadi kenyataan karena permintaan yang didorong oleh ETF terus meningkat.
Pada beberapa hari lalu misalnya, dana IBIT BlackRock mencatatkan arus masuk luar biasa dalam satu hari sebesar US$ 1,12 miliar, mencapai titik tertinggi sepanjang masa dan menggarisbawahi meningkatnya minat dan investor besar.
Pada saat pemilu AS, ETF IBIT milik BlackRock juga menunjukkan volume perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu US$ 4,1 miliar. Angka yang signifikan ini menggambarkan keinginan kuat institusional terhadap Bitcoin yang telah menjadi pendorong utama kenaikan harganya.

