Insentif PPN-DTP Bakal Lanjut, Prospek Saham Properti Dinilai Cerah
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berpotensi melanjutkan pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk pembelian rumah dan kendaraan listrik pada 2025.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Soekarno Alatas mengatakan bahwa perpanjangan insentif PPN-DTP tentu menjadi kabar baik bagi sektor properti. Menurutnya, hingga akhir tahun emiten properti akan berpeluang kembali pada tren kenaikan setelah melewati masa koreksi dan sideways indeks.
“Setelah itu potensi window dressing saham-saham blue chip, juga diikuti saham-saham properti. Tren penurunan suku bunga bisa jadi sentimen positif ke depannya,” ujar Soekarno saat dihubungi investortrust.id, Selasa (5/11/2024).
Baca Juga
Punya Lahan 21,5 Ha, Bos Properti Ini Siap Konversikan Jadi Perumahan Subsidi
Kendati demikian, ia menyarankan kepada investor untuk melakukan wait and see, sebab pergerakan saham emiten properti yang masih belum terbaca jelas, mengingat harga saham masih dalam tren koreksi setelah transisi dari menguat signifikan sebelumnya.
“Atau hanya bagian dari koreksi wajar dalam tren naik atau respon kinerja di kuartal III-2024 seperti BSDE, CTRA,” terangnya.
Sebagai catatan, pada kuartal III-2024, laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tercatat sebesar Rp2,7 triliun atau naik 52,7% dari Rp1,76 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,27 triliun pada kuartal III 2024 atau naik sebesar 8,4% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,17 triliun.
Kemudian, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan lompatan laba bersih sebesar Rp1,66 triliun per kuartal III-2024 atau tumbuh 11,8% secara tahunan (yoy).
Selain itu, Soekarno melihat bahwa perlambatan ekonomi dari pertumbuhan GDP yang melambat di bawah ekspektasi yang bisa jadi mengindikasikan permintaan belum terlalu kuat. Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 sebesar 4,95% secara tahunan.
Baca Juga
Intip Rekomendasi Saham Tambang di Tengah Penurunan Harga Nikel
Angka tadi mengalami penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan 5,05% yoy pada kuartal II-2024 namun meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 yaitu 4,94%.
Oleh daripada itu, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi saham BSDE dengan target harga 1.440, CTRA dengan target harga 1.450 dan PWON dengan target harga 560.
“Target ini bisa sampai 12 bulan ke depan, jika jangka pendek masih dalam tren penurunan,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Pemerintah telah memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas bagian Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sampai dengan Rp2 miliar dengan harga jual rumah paling tinggi Rp5 miliar.
Dalam aturan sebelumnya, Pemerintah memberikan fasilitas PPN DTP sebesar 100% hingga Juni 2024 dan 50% sampai Desember 2024. Sementara melalui PMK 61/2024, insentif PPN DTP 100% diperpanjang hingga Desember.

