Intip Rekomendasi Saham Tambang di Tengah Penurunan Harga Nikel
JAKARTA, investortrust.id - CGS International Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi neutral pada saham sektor pertambangan. CGS mencermati, harga nikel saat ini sudah mendekati harga terendah. Namun, adanya kelebihan pasokan masih berlanjut sehingga memberikan tekanan pada harga.
Adapun saham pilihan utama CGS di sektor ini adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), saat ini diperdagangkan pada P/E 2025 sebesar 7,6 kali dibandingkan rata-rata industri sebesar 14 kali.
“Kami mengharapkan kinerja operasional kuartal III-2024 yang kuat untuk NCKL karena memiliki cash cost terendah di antara perusahaan sejenis, secara historis - sebesar US$ 8,1 ribu – 10,7 ribu/ton dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis sebesar US$ 10 ribu – 12,8 ribu/ton pada kuartal II-2023-kuartal II-2024,” ulas tim riset CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Selasa (5/11/2024).
Pada sisi lain, PT Vale Indonesia Tbk(INCO) melaporkan laba bersih inti (NPAT) pada kuartal III-2024 sebesar US$64 juta, 53% dari proyeksi CGS untuk setahun penuh. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan yang signifikan pada average selling price (ASP) di kuartal III 2024 melemah 9% secara kuartalan menjadi US$ 12,9 ribu/ton.
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Prospek Kuat 6 Saham Metal Mining Ini, TINS dan NCKL Pilihan Teratas
Sedangkan PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan laba bersih setelah pajak kuartal III 2024 sebesar US$70 juta, sebesar 63% dari estimasi CGS untuk setahun penuh. NPAT kuartal III 2024 turun 10% qoq karena biaya yang lebih tinggi dari perkiraan di segmen nikel.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba inti kuartal III 2024 mencapai Rp 2.2 triliun, sebesar 79% dari estimasi CGS untuk setahun penuh. Hal ini didorong oleh segmen emas ANTM memberikan kontribusi terhadap kinerja yang kuat.
Di samping itu, CGS memperkirakan laba bersih kuartal III 2024 untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) akan menurun yang disebabkan oleh adanya kerugian di segmen high grade matte (harga nikel LME yang lebih rendah di 3Q24) dan potensi penurunan marjin di segmen nickel pig iron (NPI) karena biaya bijih yang lebih tinggi.
Adapun, NCKL diproyeksi akan melaporkan kinerja kuartal III-2024 yang kuat, terutama didorong oleh peningkatan penjualan bijih nikel ke pabrik HPAL yang dimiliki 10%, yaitu Obi Nickel Cobalt (ONC) pada kuartal III-2024.
Baca Juga
"Singkatnya, kinerja kuartal III-2024 yang lemah secara keseluruhan di sektor ini terutama disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan ASP yang sedikit lebih rendah, menyebabkan cash margin menurun di kuartal III-2024,” pungkasnya.
Oleh sebab itu, CGS Sekuritas memberikan rekomendasi add saham NCKL dengan target harga Rp 1.050, reduce saham INCO dengan target harga Rp 4.000, hold saham HRUM dengan target harga Rp 1.410, reduce saham ANTM dengan target harga Rp 1.400, dan hold saham MBMA dengan target harga Rp 610.

