Punya Lahan 21,5 Ha, Bos Properti Ini Siap Konversikan Jadi Perumahan Subsidi
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris Utama PT Bumi Samboro Sukses (BSS), Antonio menyatakan komitmennya mendukung program tiga juta rumah setahun Presiden Prabowo Subianto. Dirinya pun mengungkapkan masih memiliki sisa lahan sekitar 19 hektare (ha) di Tangerang, Banten untuk disiapkan menjadi perumahan rakyat.
“Total semua 21,5 (hektare). Memang sudah dari awal kita documenting untuk perumahan subsidi,” beber Antonio saat ditemui usai acara groundbreaking rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/11/2024).
Sebagai informasi, PT BSS ini terafiliasi dengan salah satu Menteri Kabinet Merah Putih, yakni Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Adapun perusahaan swasta ini sudah berdiri sejak 2018.
Antonio menambahkan, lahan yang telah di-groundbreaking seluas 2,5 ha telah memiliki izin resmi dari pemerintah daerah (pemda) Banten.
“Izin pemda kita sudah ada, namanya PKKPR (Persetujuan Kegiatan Pemanfaatan Ruang). PKKPR kita sudah (terbit) dari bulan Mei tahun ini,” jelas dia.
Tak sampai di situ, Antonio juga telah melakukan beberapa penjajakan dengan dua bank BUMN untuk melakukan skema kredit pemilikan rumah (KPR) di 250 unit rumah tapak yang dibangun oleh Agung Sedayu Group yang baru saja diresmikan Jumat (1/11/2024).
“Kita sudah bicara dengan BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk), BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) begitu,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Agung Sedayu Group tengah menggarap perumahan gratis bagi MBR di atas lahan 2,5 ha tepatnya di Kabupaten Tangerang, Banten yang ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.
Bos Agung Sedayu Group, Aguan memaparkan, pihaknya akan membangun sebanyak 250 unit dengan rumah tipe 36, luas tanah 60 meter persegi (m2), serta perabotan yang lengkap di setiap unitnya.
“250 rumah, tipe 36, tanahnya 60 meter persegi, sama isinya (full furnished, red),” terang Aguan dalam acara groundbreaking rumah gratis bagi MBR di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/11/2024).
Adapun satu unit rumah nantinya akan mempunyai dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dapur, hingga parkiran mobil dan sepeda motor. Tak sampai di situ, klaster ini juga memiliki fasilitas publik seperti taman, masjid, dan sekolah.
Baca Juga
Agung Sedayu Rela Biayai Pembangunan 250 Rumah Gratis, Aguan Ungkap Alasan Ini
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait telah melakukan prosesi groundbreaking rumah tapak gratis sebanyak 250 unit di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar mematok target penyelesaian ratusan unit tersebut hingga kuartal IV-2025, tepatnya di Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2025).
''Ini bukan waktunya kita basa-basi ngomong 'Gotong Royong,' tapi nggak pernah Gotong Royong. Ini waktunya kata dan tindakan sama,'' lugas Ara, sapaan akrab Maruarar, di Kabupaten Tangerang, Jumat (1/11/2024).
Adapun pembangunan 250 unit rumah gratis ini akan dibangun oleh Agung Sedayu Group dengan tipe 36 dan luasan tanah 60 m2, serta full furnished di setiap unit rumah.
Aguan turut menyampaikan, pihaknya siap siaga untuk mendukung program tiga juta rumah setahun Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan backlog perumahan di Indonesia.
''Memang canangan ini buat rakyat atas janjinya Presiden, sehingga kita (Agung Sedayu Group, red) langsung menyatakan, 'Oke kita bantu bangun rumahnya ini.' Kita juga mengharapkan kepada pengusaha-pengusaha yang lain bisa ikut (membangun rumah) bahwa ini betul-betul buat rakyat kurang beruntung (MBR),'' kata Aguan.
Aguan menambahkan, pihaknya telah menyisihkan sebagian dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk dipakai dalam tahap awal pembangunan 250 unit rumah ini. Namun, ia belum dapat memperinci total biaya yang akan digelontorkan sampai rampungnya proyek ini.
''Ini semua dananya sekitar Rp 60 miliar, memang kita dari perusahaan sudah siapin setiap tahun ada sisihkan dari CSR-nya,'' terang dia.

