Pemodal Asing Gencar Akumulasi Mitratel (MTEL), Begini Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id –Pemodal asing agresif memborong saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dalam sebulan terakhir dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 71,12 miliar. Menariknya, pada kurun waktu yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 10,93 triliun.
Manuver investor asing di saham anak usaha Telkom ini sejatinya sudah terekam sejak beberapa bulan terakhir. Jika datanya ditarik ke periode tiga bulan sebelumnya, net foreign buy telah tembus Rp 100,6 miliar. Bersamaan dengan derasnya arus modal asing, saham MTEL berhasil berbalik arah (rebound)
Baca Juga
Usai Tuntaskan Transformasi, Mitratel (MTEL) Beberkan Fokus Ini ke Depan
Aksi net buy saham emiten infrastruktur telekomunikasi ini sejalan dengan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024. Rilis keuangan MTEL mengungkap pendapatan meningkat dari Rp 6,27 triliun menjadi Rp 6,81 triliun hingga September 2024. Laba bruto naik dari Rp 3,07 triliun menjadi Rp 3,49 triliun.
Pertumbuhan tersebut berdampak terhadap kenaikan laba usaha dari Rp 2,65 triliun menjadi Rp 3,05 triliun. Laba tahun berjalan juga meningkat dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,53 triliun, bahkan pertumbuhan laba bersih perseroan melampaui sektornya. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan laba per saham dari Rp 17 menjadi Rp 19 per saham.
Terkait net buy dan pertumbuhan kinerja keuangan MTEL sampai kuartal III-2024, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset harian kemarin menyebutkankan, realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas.
Baca Juga
Saat Link Net Jual Aset Fiber, Mitratel (MTEL) justru Diuntungkan, kok Bisa?
“Keberhasilan MTEL membukukan kenaikan laba sebesar 7,1% menjadi Rp 1,53 triliun didukung pertumbuhan kuat pendapatan dan resilensi margin EBITDA 82,5%. Dengan demikian raihan laba tersebut sudah sesuai estimasi setara dengan 71,5% dari target kami dan 71,11% dari perkiraan konsensus analis,” tulis Niko.
Begitu juga dengan pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 8,7% menjadi Rp 3,61 triliun sudah merefleksikan 72,7% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 73,4% dari perkiraan konsensus analis untuk tahun 2024.
BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhada keberhasilan Mitratel mencetak peningkatan margin keuntungan, seperti gross margin naik dari 49,8% menjadi 53,6% dan net margin meningkat dari 21,7% menjadi 24,1%. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960 per saham.
Baca Juga
Mitratel (MTEL): Hanya Perlu 9 BTS Terbang untuk Layani Seluruh Jawa
Pandangan positif terhadap pencapaian Mitratel hingga September 2024 juga datang dari analis Mandiri Sekuritas Inggrid Gondoprastowo dan Jennifer Audrey Harjono. Kedua analis ini mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.000 untuk saham MTEL.
Dipertahankannya rekomendasi dan target harga saham anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mempertimbangkan keberhasilan Mitratel (MTEL) mencatatkan pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan laba usaha sampai kuartal III-2024 sudah sesuai estimasi.
Grafik Saham MTEL

