Tanda Perbaikan Tak Tampak, Dua Sekuritas Ini Ikut Rekomendasi 'Sell' Saham Unilever (UNVR)
JAKARTA, investortrust.id– PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) semakin terpuruk dan belum tampak tanda-tanda perbaikan setelah diumumkan penurunan laba bersih sebanyak 28,15% dari Rp 4,18 triliun menjadi Rp 3 triliun hingga kuartal III-2024. Tekanan kinerja diprediksi berlanjut pada kuartal akhir tahun 2024 ini.
“Unilever tak mampu ke luar dari situasi menyedihkan yang terlihat dari kinerja keuangna kuartal III-2024 yang mengecewakan. Hal ini mendorong kami untuk memangkas turun target harga saham UNVR dengan rekomendasi diturunkan menjadi reduce,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas di Jakarta, pekan ini.
Baca Juga
Bos Unilever (UNVR) Ungkap Penyebab Laba Anjlok 28% di Kuartal III-2024
Revisi turun target harga saham UNVR juga sebagai antisipasi berlanjutnya tekanan terhadap penjualan dan kinerja keuangan pada kuartal akhir tahun ini. “Kami menilai bahwa pemulihan UNVR masih sangat terbatas, karena tantangan yang kian kompleks, baik internal maupun eksternal,” tulis riset tersebut.
Pencapaian yang terus mengecewakan tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun 2024 dari Rp 4,66 triliunmenjadi Rp 3,98 triliun dan 2026 dari Rp 5,04 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sedangkan peringkat saham UNVR diturunkan menjadi Rp 1.850.
Pandangan hampir serupa juga diberikan analis Sucor Sekuritas Clara Nathania. Menurut dia, realisasi kinerja keuangan UNVR hingga semester I-2024 di bawha estimasi Sucor Sekuritas dan consensus analis. Perseroan menghadapi penurunan volume penjualan dan margin keuntungan tertekan.
Baca Juga
Kinerja Mengecewakan! Target Saham Unilever (UNVR) Dipangkas hingga Direkomendasikan Jual
Perseroan juga mencatatkan penurunan pangsa pasar secara berkelanjutan hingga September 2024. Penurunan pangsa pasar disebut akibat adanya boikot terhadap produk perseroan yang berimbas terhadap penurunan pangsa pasar menjadi 28,4% untuk Juni-Agustus 2024, dibandingkan sebelum menyeruaknya boikot masih mencapai 31,7%.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham UNVR dengan rekomendasi sell. Saham UNVR diproyeksikan bisa melemah menuju level Rp 1.750.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekurtias telah terlebih dahulu memangkas target harga saham UNVR menjadi Rp 2.200 dengan rekomendasi jual. Penurunan kinerja keuangan perseroan dipengaruhi atas penurunan penjualan, margin keuntungan melorot, hingga kenaikan beban operasional. Hal ini membuat laba bersih perseroan terus tertekan.
Grafik Saham UNVR dalam 5 Tahun

