Tanda Pembalikan Arah IHSG Belum Tampak, Sebaliknya Saham MARK dan MYOR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Pola pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mengalami perubahan signifikan. Peluang penurunan tetap terbuka sepanjang perdagangan akhir pekan ini, Jumat (10/1/2025).
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal indesk masih tertahan di dekat area resisten MA20. Pemodal disarankan untuk tetap mewaspadai potensi penurunan lebih dalam, jika indeks kembali turun di bawah support 6.931.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga bakal terpengaruh gerak bursa saham global, seperti Wall street ditutup menguat didukung kenaikan Dow Jones dan S&P500. Sebaliknya indeks Nasdaq ditutup melemah.
Hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MARK dan MYOR dengan target harga masing-masing Rp 1.130-1.195 dan Rp 2.850-2.980. Sebaliknya saham DOID dan UNVR direkomendasikan jual.
IHSG ditutup kembali turun sebanyak 15,76 poin (0,22%) menjadi 7.064,59. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 38,84 miliar melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 79,06 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 70,10 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 54,84 miliar.
Baca Juga
Asing Balik Arah Net Buy Saham Rp 0,04 Triliun Kamis, Net Sell SBN Rp 0,08 Triliun
Terkait pelemahan IHSG kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi, material dasar, sektor consumer primer, consumer non primer, dan sektor kesehatan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry, dan sektor property.
Meski IHSG ditutup melemah, tiga saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 25% menjadi Rp 3.500, PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) naik 24,76% menjadi Rp 262, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,76% menjadi Rp 1.790.
Grafik IHSG

