Laba Bersih Bank Raya Melejit 130,9% di Kuartal III Tahun 2024, Jadi Rp 33,9 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal ketiga 2024. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersihnya yang melejit 130,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 33,9 miliar.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengungkapkan, kenaikan laba ini ditopang oleh naiknya pendapatan bunga sebesar 16,3% (yoy) menjadi Rp 769 miliar. Pendapatan bunga kredit yang naik 21,5% (yoy) menjadi Rp 524 miliar jadi pendorong naiknya pendapatan bunga secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, diaktakan dia, kinerja Bank Raya pada kuartal III 2024 mengalami peningkatan, tercermin dari net interest income (NII) yang mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 416 miliar atau tumbuh 15,9% (yoy).
”Pertumbuhan laba bersih ini mencerminkan prospek kinerja perusahaan ke depan akan terus membaik yang ditopang oleh kinerja yang solid melalui ekspansi bisnis digital, serta inovasi produk digital yang semakin berkualitas,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Dorong Kenaikan Pinjaman Digital, Bank Raya Perluas Kolaborasi dengan Ekosistem BRI Group
Dikatakan Bagus, naiknya laba juga ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 11,2% (yoy) menjadi Rp 7,8 triliun di kuartal ketiga 2024. Jika dirinci, pertumbuhan giro 58,2% menjadi Rp 610 miliar, tabungan tercatat Rp 1,4 triliun yang didorong oleh peningkatan digital saving menjadi Rp 1,1 triliun atau tumbuh 39,9% (yoy), dan deposito menjadi Rp 5,89 triliun atau tumbuh 11,2% (yoy).
“Pertumbuhan pada dana murah (giro dan digital saving) tersebut menunjukkan bahwa produk simpanan Bank Raya mampu mempermudah nasabah dalam mengelola keuangannya, serta mampu menjawab kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi,” katanya.
Sementara total aset Bank Raya tumbuh 12,1% mencapai Rp 12,8 pada kuartal III 2024, ditopang oleh pertumbuhan outstanding total kredit Bank Raya sebesar 20,7% atau mencapai Rp 6,8 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Dengan tetap fokus melanjutkan transformasi menjadi digital attacker BRI Group Bank Raya terus melanjutkan ekspansi bisnis digitalnya,” ucap Bagus.
Baca Juga
Buktinya, dikatakan dia, produk digital terus menunjukkan perkembangan positif, seperti penyaluran kredit digital selama 2024 yang mencapai Rp 13,7 triliun atau tumbuh 72,5% (yoy). Sehingga mendorong pertumbuhan outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 90,4% (yoy) mencapai Rp 1,8 triliun.
“Dengan fundamental perusahaan yang membaik, maka kami semakin optimis menuju pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Bagus.
“Melalui pemetaan bisnis yang tepat, dan optimalisasi strategi produk bank digital dengan keunggulan produk yang shorter, faster, smaller, maka kami yakin dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi bank digital yang tangguh dan tumbuh sehat,” lanjutnya.

