IHSG Sesi I Terkapar Dilanda Profit Taking, Dua Saham Ini Tetap ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (23/10/2024), ditutup melemah sebanyak 11,01 poin (0,14%) menjadi 7.777. Pergerakan indeks dalam rentang 7.765-7.805 dengan nilai transaksi Rp 6,50 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,37%, sektor properti 0,88%, sektor infrastruktur 0,34%, sektor teknologi 0,25%, dan sektor kesehatan 0,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, keuangan, konsumer non primer, industri, dan energi.
Baca Juga
Saham Green Power (LABA) Merosot Tajam Sebulan, Simak kembali Sejumlah Rencana Bisnis Ini
Walau IHSG ditutup di zona merah, dua saham berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 24,84% menjadi Rp 3.870 usai keluar dari papan pemantauan khusus BEI. ARA juga melanda saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 24,70% menjadi Rp 3.080.
Kenaikan selanjutnya dicatatkan saham PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) sebanyak 19,44% menjadi Rp 86, PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) melesat 19,05% menjadi Rp 350, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 17,19% menjadi Rp 300.
Sebaliknya beberapa saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Lini Imaji Kreaasi Ekosistem Tbk (FUTR), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Argo Pantes Tbk (ARGO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
Baca Juga
Memasuki Kuartal IV, Saatnya Berbalik ke Saham AKR Corporindo (AKRA)
Kemarin, IHSG menguat sebanyak 16,38 poin (0,21%) menjadi 7.788,98. pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 139,32 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 373,52 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 242,89 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 77,60 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 59,55 miliar.
Kenaikan tersebut terdorong penguatan sejumlah sektor, seperti saham sektor energi 1,36%, sektor industri 1,03%, sektor industri 1,08%, sektor teknologi 0,96%, dan sektor konsumer primer 0,82%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor properti, sektor infrastruktur, sektor keuangan, dan sektor transprotasi.
Grafik IHSG

