IHSG Dilanda Profit Taking Anjlok 0,94%, tapi Dua Saham Ini Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12/2024), ditutup melemah sebanyak 70,51 poin (0,94%) menjadi 7.394,24. Pergerakan indeks dalam rentang 7.380-7.470 dengan nilai transaksi Rp 9,08 triliun.
Pelemahan indeks aksi ambil untung (profit taking) usai ditutup melesat dalam empat hari beruntung. Pelemahan hari ini juga dipicu atas koreksi empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berkisar dari 2,4-3,84%. Sedangkan secara sectoral, saham sektor keuangan turun 1,41%, sektor kesehatan 1,37%, sektor property 0,75%, sektor infrastruktur 0,60%, dan sektor transportasi 1,71%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer, material dasar, dan energi.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup anjlok, dua saham ini berhasil torehkan penguatan auto reject atas (ARA), seperti PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melesat 25% menjadi Rp 775 dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 24,56% menjadi Rp 284.
Kenaikan juga melanda saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 26% menjadi Rp 179, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 9,95% menjadi Rp 1.215, dan PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) menguat 9,73% menjadi Rp 124.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham lainnya, yaitu saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Chitose Internasional Tbk (CINT), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).
Baca Juga
Dua Proyek Smelter MIND ID Serap 3.100 Pekerja, Tenaga Lokal Jadi Prioritas
IHSG kemarin ditutup naik 11,46 poin (0,15%) menjadi 7.464,75. Investor asing kembali melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 495,41 miliar, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 173 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 151,47 miliar, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 147,41 miliar.
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan beberapa sektor saham, seperti sektor property 1,49%, sektor energi 0,33%, sektor consumer primer 0,31%, sektor industry 0,04%, dan sektor infrastruktur 0,03%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor teknologi, transportasi, kesehatan, sektor consumer non primer, dan keuangan.
Grafik IHSG

