IHSG Sesi I Ditutup Dilanda Profit Taking, Sebaliknya PTSP dan CBRE Sukses ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (3/9/2025), ditutup melemah sebanyak 16,06 poin (0,20%) menjadi 7.869,80. Pergerakan indeks dalam rentang 7.855-7.899 dengan nilai transaksi Rp 7,74 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti sektor material dasar 0,70%, sektor properti 0,48%, sektor keuangan 0,35%, sektor energi 0,30%, sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer 1,74% dan sektor teknologi 0,14%.
Baca Juga
IMF Merevisi Naik Pertumbuhan Ekonomi Global, OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga Stabil
Meski IHSG turun, kedua saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) naik 24,83% menjadi Rp 362 dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menguat 24,88% menjadi Rp 1.280.
Meski tak ARA, saham ini juga melaju pesat, yaitu PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) naik 28,79% menjadi Rp 85, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) naik 24,42% menjadi Rp 107, dan PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) naik 20% menjadi Rp 72.
Sebaliknya penurunan melanda saham TMPO sebanyak 14,93% menjadi Rp 228, WOWS turun 14,58% menjadi Rp 123, PYFA melemah 10,94% menjadi Rp 570, PIPA anjlok 9,71% menjadi Rp 158, SLIS melemah 9,52% menjadi Rp 95, dan ENRG turun 7,81% menjadi Rp 590.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 84,24 poin (1,08%) menjadi 7.885,86, namun pemodal asing menorehkan penjualan bersih (net sell) di seluruh pasar Rp 1,38 triliun. Net sell terbanyak melanda BBCA Rp 939,71 miliar, PANI Rp 239,58 miliar, dan BRMS Rp 143,81 miliar.
Baca Juga
Archi (ARCI) Optimistis Lompatan Laba 10 Kali Lipat di 2025, Tahun Depan Diprediksi makin Tangguh
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor sektor saham, seperti saham sektor energi naik 2,49%, sektor industri 1,90%, sektor konsumer primer 1,27%, sektor konsumer non primer 1,02%, sektor keuangan 0,85%, dan sektor teknologi 0,52%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti dan infrastruktur.
Sejumlah saham dengan penguatan paling pesat, yaitu WEGE naik 34,92% menjadi Rp 85, GRIA naik 34,83% menjadi Rp 120, dan MEDS naik 33,93% menjadi Rp 75. ARA juga melanda saham CBRE menguat 25% menjadi Rp 290, INDY naik 24,81% menjadi Rp 1.660, dan HRTA naik 24,66% menjadi Rp 910. CGAS cetak lompatan harga 25% menjadi Rp 165.

