Saham Green Power (LABA) Merosot Tajam Sebulan, Simak kembali Sejumlah Rencana Bisnis Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Green Power Group Tbk (LABA) terjun sebanyak 26,32% dalam sebulan terakhir atau setelah PT Nev Stored Energy menuntaskan tender wajib saham tersebut. Penurunan harga saham LABA juga terjadi saat pengendali baru tengah gencar ekspansi bisnis ekosistem baterai kendaraan Listrik.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham LABA telah merosot sebanyak 26,32% dalam sebulan terakhir menjadi Rp 490 pada perdagangan intraday sesi I, Kamis (23/10/2024). Harga saham saat ini juga jauh di bawah harga rekor LABA level Rp 885 pada 12 September 2024.
Baca Juga
Green Power Group (LABA) Teken Kontrak Produksi Baterai Motor Listrik Rp 139 Miliar
Nev Stored Energy selaku pengendali baru mengungkapkan bahwa tidak ada pemegang saham publik yang berpartisipasi pada penawaran tender wajip saham LABA selama masa penawaran 4 September hingga 4 Oktober.
Penawaran tender wajib saham LABA dilakukan setelah Nev Stored Energy menjadi pengendali baru setelah mengakuisisi sebanyak 50,75% saham Green Power (LABA) pemegang saham lama dengan harga pengambilalihan Rp 53,12 per saham yang diumumkan pada 1 Juli 2024.
Baca Juga
Green Power (LABA) Target Produksi Baterai Lithium 200 Ribu Pcs Pasca Berganti Pengendali
Penurunan harga saham LABA tersebut juga berbanding terbalik dengan sejumlah aksi yang tengah dirancang Green Power (LABA), seperti kerja sama dengan PT Green City Traffic (ECGO) untuk pengembangan baterai motor listrik dengan target suplai 31.000 unit hingga akhir tahun 2024
Perseroan nantinya menyuplai baterai pack motor listrik, penyediaan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umun (SPBKLU) dan suku cadang motor listrik. Perseroan juga bersama dengan perusahaan asal Hongkong dan China telah mendirikan dua perusahaan patungan yang berhubungan dengan baterai kendaraan listrik. Perusahaan juga mendirikan dua anak usaha yang juga berkaitan dengan bisnis baterai kendaraan listrik.
Baca Juga
Perseroan melalui anak usahanya PT Green Power Battery (GBP) juga akan memasukan 6.080 set baterai motor listrik senilai Rp 21 miliar. LABA juga akan memasok sebanyak 31.080 set baterai motor listik lainnya dengan estimasi berkisar Rp 118 miliar. LABA juga menargetkan produksi sebanyak 200 ribu pcs baterai litium kendaraan listrik untuk bisnis manufaktur pada hingga 2027.
Sementara dari segmen bisnis penukaran baterai, LABA memproyeksikan penambahan jaringan stasiun penukaran baterai sebanyak 3.500 stirage box termasuk power supply untuk pengisian ulang baterai kendaraan listrik yang akan tersebar di banyak titik.
Grafik Saham LABA

