Dilanda Profit Taking, IHSG Sesi I Turun 0,14%, Sebaliknya 4 Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (25/7/2025), dilanda aksi ambil untung (profit taking) hingga picu penurunan tipis 10,62 poin (0,14%) menjadi 7.520. Penurunan dipicu atas koreksi saham-saham big cap.
Penurunan terbesar melanda saham material dasar 0,84%, sektor energi 0,22%, konsumer non primer 0,11%, dan sektor kesehatan 0,67%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor keuangan, infrastruktur, property, dan konsumer primer.
Baca Juga
Meski IHSG melemah, empat saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 25% menjadi Rp 925, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) naik 24,74% menjadi Rp 2.370, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik 24,62% menjadi Rp 496, dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 19,95% menjadi Rp 22.700. Kenaikan juga melanda saham PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) sebanyak 20,30% menjadi Rp 160.
Sebaliknya penurunan dalam melanda lima saham berikut, yaitu PANR anjlok 14,71% menjadiR p 725, FITT melemah 14,62% menjadi Rp 181, VTNY turun 11,65% menjadi Rp 91, IFSH melemah 12,87% menjadi Rp 745, dan TMPO melemah 8% menjadi Rp 161.
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 61,67 poin (0,83%) ke tertinggi baru dalam enam bulan level 7.530,90 dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 175,37 miliar, terbanyak BBRI Rp 304,65 miliar, ASII Rp 121,13 miliar, dan ANTM Rp 101,12 miliar.
Baca Juga
Penguatan indeks didukung kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 3,03%, industry menguat 0,77%, dan sektor material dasar naik 0,14%. Sejumlah sektor saham lainnya ditutup melemah dimotori saham sektor energi.
Sedangkan saham penopang utama lompatan indeks datang dari penguatan pesat saham bank besar, seperti BBRI melesat 3,95% menjadi Rp 3.950, BBNI naik 2,93% menjadi Rp 4.220, BMRI menguat 2,56% menjadi Rp 4.800, BBCA naik 0,89% menjadi Rp 8.500, dan BRIS melesat 4,40% menjadi Rp 2.850. Kenaikan juga ditopang penguatan saham AMMN hingga ASII.

