Program 3 Juta Rumah di Depan Mata, Target Harga Saham BTN (BBTN) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id –Target harga saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) Kembali direvisi naik. Kali ini, giliran RHB Sekuritas merevisi naik target saham emiten bank yang fokus pada pembiayaan perumahan tersebut.
RHB Sekuritas Indonesia dalam riset yang diterbitkan pekan lalu merevisi naik target harga saham BBTN dari Rp 1.570 menjadi Rp 1.990 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut menggambarkan dua sentiment positif, yaitu kebijakan pemerintahan baru untuk membangun sebanyak 3 juta rumah per tahun dan spin off unit usaha syariah (UUS) BTN.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatkan, BBTN akan menjadi penerima manfaat terbesar dari inisiatif 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah baru Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, BBTN telah berkomitmen untuk mendukung tujuan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun rumah seluas 3 juta selama lima tahun ke depan, sejalan dengan inisiatif perumahan pemerintah baru.
Inisiatif tersebut bagian dari rencana strategis nasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perumahan warga berpenghasilan rendah. Sebagai penyedia hipotek bersubsidi terbesar di Indonesia, BBTN sedang bersiap untuk mengambil peran penting dalam pembiayaan dan pembangunan rumah-rumah ini.
“Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses ke perumahan yang terjangkau,” tulis riset RHB Sekuritas yang diterbitkan akhir pekan lalu.
Baca Juga
BTN (BBTN) bakal Menjadi Bank paling Diuntungkan jelang Pemerintahan Baru, Berikut Analisanya
Dengan rencana Pembangunan 3 juta rumah per tahun, dia mengatakan, BTN terbuka peluang untuk menaikkan modal untuk mendukung pertumbuhan pesat kredit kepemilikan rumah (KPR) ke depan. Peningkatan modal ini justru bisa berdapat berdampak positif pada BBTN dengan memperkuat basis ekuitasnya ke depan.
Revisi naik target harga saham BBTN, menurut Andrey, juga datang dari rencana BBTN untuk merealisasikan spin off UUS BTN paling lambat pertengahan tahun 2025 melalui merger dengan bank syariah yang sudah ada. Bahkan, manajemen BTN telah mengungkapkan bahwa finalisasi akuisisi bank syariah diharapkan tuntas akhir tahun ini.
Selain dua factor tersebut, RHB Sekuritas menyebutkan, BTN menunjukkan pemulihan pesat yang terlihat dari kenaikan laba bersih MoM menjadi Rp 203 miliar pada Agustus 2024, dibandingkan Juli 2024. Hal ini membuat toal laba bersih perseroan sampai Agustus senilai Rp 1,8 triliun atau setara dengan 55% dari target.
BTN juga menunjukkan peningkatan NIM menjadi 2,83% terdorong penurunan biaya dana. Sedangkan rasio CASA turun, simpanan melesat 25%, dan LDR mencapai 95%. “Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa BBTN akan menjadi bank yang paling diuntungkan atas tren penurunan tingkat suku bunga perbankan,” tulisnya.
Baca Juga
Dilantik Prabowo Jadi Wamen, Fahri Hamzah Ungkap Upaya Capai 3 Juta Rumah
Revisi naik target harga saham BBTN sudah terlebih dahulu diberikan Sinarmas Sekuritas. Perusahaan sekuritas ini menaikkan target harga saham BBTN dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.700 dengan rekomendasi dipertahankan Add. Revisi naik harga saham BBTN menembus level Rp 1.500.
“Saham BBTN tercatat sebagai saham bank dengan penguatan pesat ytd setelah BRIS. Kenaikan tersebut menjadikan target harga sebelumnya Rp 1.500 telah tecapai, sehingga kami memilih merevisi naik target harganya menjadi Rp 1.700,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera dan Arief Machrus dalam riset sektor saham bank, kemarin.
Revisi naik tersebut, sebut Sinarmas Sekuritas, mempertimbangkan kualitas aset BBTN masih kuat dengan NPL masih terkendali dengan harapan di bawah 3% sampai akhir tahun. Begitu juga dengan biaya kredit perseroan masih terkendali di bawah 1% hingga Agustus 2024.
Grafik Saham BBTN

