Dorong Kesejahteraan Masyarakat, BTN (BBTN) Dukung Program 3 Juta Rumah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak, terjangkau, dan berkualitas, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) berkomitmen mendorong program pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, program ini tak hanya menyasar kebutuhan dasar papan. Lebih dari itu, pembiayaan perumahan menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Program rumah subsidi ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, menyejahterakan banyak keluarga, sekaligus menggerakan perekonomian,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (20/4/2026).
Baca Juga
BTN (BBTN) Ungkap Faktor Pendorong Kenaikan Laba 22,6% di Kuartal I 2026
Nixon menjelaskan, pembangunan perumahan memicu pertumbuhan di sektor konstruksi, industri bahan bangunan, hingga membuka lapangan kerja. Aktivitas tersebut juga berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), mulai dari penyedia materi lokal hingga jasa tenaga kerja di sekitar proyek perumahan.
Selain itu, penggunaan bahan baku dalam negeri juga dinilai mampu memperkuat rantai pasok nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Efek bergandanya signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dari sisi sosial, kepemilikan rumah dinilai meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Lingkungan hunian yang lebih layak turut mendukung kesehatan, stabilitas keluarga, hingga menciptakan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak.
Program ini juga dirancang agar tetap memperhatikan keseimbangan dengan sektor pertanian. Pembangunan perumahan diarahkan tidak mengganggu lahan produktif, seperti lahan baku sawah dan lahan sawah dilindungi. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan papan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan.
Baca Juga
BTN (BBTN) Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana Sumatera Rp 550 Miliar
Berdasarkan kajian Housing Finance Center BTN, lanjut Nixon, penerima kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mengalami peningkatan kualitas hidup, termasuk berkurangnya beban biaya sewa serta kepemilikan aset jangka panjang. Selain itu, kepemilikan rumah juga memberikan rasa aman dan kepuasan bagi masyarakat.
Secara makro, sektor perumahan tercatat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. KPR mampu mendorong tambahan output ekonomi hingga Rp 3.049 triliun. Setiap investasi Rp 1 triliun di sektor ini juga berpotensi menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
“Dengan demikian, program 3 juta rumah menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ucap Nixon.

