Rights Issue Angkat Potensi Pertumbuhan Sarana Menara (TOWR), Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Rencana PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menggelar penamabahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 4,5 triliun bakal menurunkan rasio utang perseroan. Masuknya dana segar ini juga memperkuat peluang perseroan untuk akuisisi ke depan.
TOWR sebelumnya telah mengumumkan rencana rights issue sebanyak 5 miliar unit dengan harga pelaksanaan Rp 900 per saham dengan dengan target dana Rp 4,5 triliun. Target dana tersebut diturunkan dari pengumuman awal sebanyak Rp 9 triliun.
Aksi korporasi ini akan dilaksanakan paling lama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPLSB pada 25 Oktober 2024. Sedangkan seluruh dana penerbitan saham baru tersebut akan dimanfaatkan untuk pembayaran sebagian pinjaman dan keperluan modal kerja perseroan hingga anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Sarana Menara (TOWR) 75%, Begini Pertimbangannya
Analis Sucor Skeuritas Christofer Kojongian dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa aksi tersebut bisa membuat rasio utang bersih perseroan turun menjadi 1,6 kali tahun 2025, dibandingkan saat ini sekitar 2,2 kali, jika seluruh dana digunakan untuk membayar utang.
Estimasi Kinerja Keuangan TOWR
Sumber: Sucor Sekuritas
Dana segar tersebut juga bisa dimanfaatkan perseroan untuk akuisisi lebih lanjut. Ada dua target akuisisi yang bisa dilakukan perseroa, yaitu akuisisi bisnis fiber optik PT Link Net Tbk (LINK) dengan nilai berkisar Rp 3,7 triliun dan akuisisi fiber dan aset kabel laut PT indosat Tbk (ISAT) dengan nilai berkisar Rp 15,4 triliun.
“TOWR berkeinginan memperkuat posisinya sebagain emiten infrastruktur telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan ekspansi yang agresif pada fiber optik dan jejak home passed,” terangnya.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Bidik Pendapatan Rp 12,44 Triliun, Penyumbang Terbesar Segmen Ini
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, inisiatif penggalangan dana ini merefleksikan upaya untuk memperkuat struktur keuangan dan mengambil peluang pertumbuhan ke depan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 1.500. Target tersebut mengimplikasikan perkriaan PE tahun depan sekitar 19, 8 kali.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya telah merevisi naik target harga saham Sarana Menara (TOWR), seiring dengan pesatnya pertumbuhan kontribusi pendapatan dari bisnis di luar menara telekomunikasi. Katalis lainnya datang dari tren pemangkasan suku bunga.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan saham TOWR. Proyeksi pendapatan perseroan sebelum akuisisi IBST tahun ini direvisi naik dari semula Rp 12,27 triliun menjadi Rp 12,45 triliun, namun proyeksi laba bersih diturunkan tipis dari Rp 3,40 triliun menjadi Rp 3,23 triliun.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Cetak Kenaikan Laba Semester I-2024, Nilainya Segini
“Dengan rencana penerbitan saham bari senilai Rp 4,5 triliun, perseroan menyimpan peluang untuk Kembali merealisasikan akuisisi setelah menuntaskan pengambilalihan IBST. Sedangkan dana rights issue untuk memangkas utang diharapkan memberikan keuntungan besar bagi perseroan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Peluang tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham TOWR dari semula Rp 1.300 menjadi Rp 1.400. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 11 kali. Target tersebut juga mengindikasikan sumber pertumbuhan pendapatan pesat dari bisnis fiber perseroan.
Grafik Saham TOWR

