Sarana Menara (TOWR) Bidik Pendapatan Rp 12,44 Triliun, Penyumbang Terbesar Segmen Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membidik kenaikan pendapatan menjadi Rp 12,44 triliun sampai akhir 2024. Angka ini merupakan target maksimal dari manajemen untuk tahun ini.
Adviser Group Investor Relations Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan, pertumbuhan pendapatan organik perusahaan dipertahankan dalam rentang 4-6% tahun ini. Dengan demikian, target pendapatan minimal kisaran Rp 12,2 triliun. “Perkiraan penambahan revenue ini belum memasukkan nilai akuisisi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) yang angka-angka finalnya sedang dilakukan audit,” jelas Adam dalam Public Expose Live 2024, Rabu (28/8/2024).
Inti Bangun (IBST) akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan TOWR terhitung sejak awal kuartal III-2024. Hal ini setelah dituntaskannya akuisisi mayoritas saham IBST per 1 Juli 2024.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Raih Fasilitas Pinjaman Rp 1,52 Triliun
Direktur Utama dan CEO Sarana Menara Nusantara Group Aming Santoso menyatakan, pertumbuhan bisnis organik perusahaan tahun ini akan ditopang segmen non-menara. Di antaranya, fiber to the home (FTTH) dengan target akumulasi 1,6-1,8 juta sambungan rumah atau homes passed pada akhir 2024.
“Bisnis FTTH ini secara strategik sangat penting karena mendukung strategi fixed mobile convergence yang dijalankan para operator telekomunikasi dan memberikan kesempatan kami memperluas jaringan fiber optic iForte,” sambung Aming.
Selain itu, perseroan menemukan sinergi aset, serta operasional yang sangat baik antara segmen FTTH, fiber to the tower (FTTT), connectivity, dan bahkan sinergi ini turut disumbangkan oleh segmen menara.Kesempatan pertumbuhan lain yang berhasil perusahaan capai adalah akuisisi 90.11% saham BST dengan nilai akuisisi yang diklaim sangat baik. “Kami akan menambah sekitar 3.300 menara dan sekitar 16.000 km aset fiber optik,” imbuh Aming.
Pasca-akuisisi, dengan arus kas IBST yang cukup baik, TOWR telah berhasil dilakukan pelunasan utang bank sebesar Rp 580 miliar. Perseroan juga menurunkan biaya bunga dari sebelumnya pada kisaran 8,5-9% per tahun menjadi sekitar 6,5%.“Pelaksanaan sinergi aset, kegiatan manajemen, serta operasional sedang berjalan sehingga dampak dari sinergi yang optimal akan terlihat pada 2025,” tutup Aming.
Baca Juga
Tuntaskan Akuisisi 90,11% Saham Inti Bangun (IBST), Begini Dampaknya bagi Sarana Menara (TOWR)
Sebagai informasi, TOWR telah mencatatkan pendapatan Rp 3,04 triliun pada kuartal I-2024, dengan EBITDA Rp 2,54 triliun bermargin 83,5%, serta laba bersih sebanyak Rp 797,4 miliar.
Sampai 31 Maret 2024, TOWR mencapai jumlah menara sebanyak 31.000, revenue-generating FTTT sebanyak 186.500 km, 1 juta homes passed untuk FTTH, serta 13.500 activation untuk segmen connectivity.
Perseroan belum mengumumkan kinerja keuangan semester I-2024 karena menempuh proses audit oleh kantor akuntan publik. Pasalnya, manajemen mengantisipasi rencana aksi korporasi perseroan yang membutuhkan audit atas laporan keuangan Juni 2024.
Laporan keuangan TOWR sampai Juni 2024 diperkirakan dipublikasi paling lambat pada 30 September 2024.
Grafik IHSG

