Bisnis Menara Telko Tetap Kuat, Begini Target Harga Baru Saham Sarana Menara (TOWR)
JAKARTA, investortrust.id– Valuasi saham PT Sarana Menara Nusanatara Tbk (TOWR) dinilai atraktif didukung fundamental yang kuat. Hal ini menjadikan saham TOWR layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.500 per saham.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan sejumlah alasan dipertahankannnya rekomendasi beli saham emiten menera telekomunikasi yang dikendalikan grup Djarum ini.
Di antaranya, bisnis penyewaan menara dan konektivitas fiber optic diprediksi tetap bertumbuh baik, meskipun Starlink telah hadir di Indonesia. Hal ini didukung faktor, pertama fober optic merupakan infrastruktur yang paling dapat diandalkan dan jaringan paling cepat.
Baca Juga
Bakal Akuisisi 90,11% Inti Bangun (IBST), Sarana Menara (TOWR) Siapkan Tender Offer Saham
Sedangkan Starlink menawarkan harga paket jauh di atas harga operator selular, berlangganan Starlink harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pembelian perangkat hardware, dan potensi masalah lisensi untuk Starlink dari regulator.
Estimasi Keuangan TOWR
Sumber: Sucor Sekuritas
“Elon Musk juga sudah mengatakan bahwa Starlink hadir untuk melengkapi, bukan untuk menggantikan konektivitas yang sudah ada. Oleh karena itu, kami melihat bahwa Starlink lebih cocok digunakan bagi masyarakat pedesaan yang belum memiliki infrastruktur konektivitas internet yang baik,” tulisnya dalam riset tersebut.
Selain secara industry tren tumbuh, dia mengatakan, TOWR didukung aksi anak usahanya Iforte mengakuisisi mayoritas mencapai 90,11% saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yaitu perusahaan menara yang menguasai sebanyak 3.234 menara telekomunikasi dan fiber optic sepanjang 17.239 kilo meter.
Baca Juga
Beban Keuangan Naik, Begini Jadinya Laba Sarana Menara (TOWR)
PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjadi anchor tenant dengan kontribusi sebanyak 76% tehradap total pendapatan IBST. “Kami menilai bahwa akuisisi IBST akan memperkuat posisi TOWR sebagai perusahaan menara terbesar kedua di Indonesia, memperkuat bisnis fiber optiknya, dan meningkatkan cakupan di area perkotaan,” tulisnya.
Sedangkan TOWR masih memiliki valuasi sangat menarik dengan perkiraan rata-rata kenaikan laba bersih tahunan mencapai 12% hingga tahun depan. Laba bersih perseroan diprediksi meningkat menjadi Rp 3,6 triliun tahun ini dan diharapkan naik menjadi Rp 3,9 triliun tahun depan.
Peningkatan kinerja keuangan akan didukung pertumbuhan pendapatan segmen non menara telekomunikasi dan kenaikan permintaan menara perseroan di luar Jawa. TOWR juga tercatat sebagai emiten dengan ROE tertinggi mencapai 19,8 kali.
Baca Juga
Seiring Performa dan Potensi Kuat, Valuasi Saham Mitratel (MTEL) Menarik!
Sedangkan sentimen negative datang dampak akuisisi mayoritas saham IBST akan berimbas terhadap kenaikan rasio net debt to equity TOWR dari 2,3 kali menjadi 3 kali. Angka tersebut didasarkan asumsi valuasi IBST mencapai Rp 5,2 triliun. IBST juga berpotensi kehilangan penyewa, apabila merger EXCL dan FREN direaliasikan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 1.500.
Grafik Saham TOWR

