Jelang Pelantikan Prabowo, Laju Saham BBTN Tersengat Program Perumahan
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan saham sektor properti melanjutkan penguatan menjelang lima hari menjelang pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto. Kenaikan tersebut didukung besarnya harapan investor terhadap program penyediaan tiga juta rumah bersubsidi yang akan diterapkan pemerintahan mendatang.
Berdasarkan data, ekspektasi terhadap perbaikan sektor properti ditopang tiga faktor. Pertama, pemerintah memposisikan program ini bukan sekadar penyediaan hunian layak untuk warga sebagaimana amanat undang undang. Lebih dari itu, program ini digadang gadang menjadi tulang punggung target pertumbuhan ekonomi 8%. Pemerintah juga menggulirkan penghapusan PPN dan BPHTB.
Baca Juga
Simak Deretan Saham Keuangan yang Undervalued, Pillihan Teratas TUGU dan BBTN
Kedua, pemerintah akan membentuk kementerian khusus perumahan untuk memastikan target itu tercapai. Jadi, tidak tumpang tindih dengan pekerjaan umum dan pembangunan infrastruktur. Keberadaan Hashim Djojohadikusumo, adik presiden, sebagai ketua satgas perumahan semakin menebalkan keyakinan itu. Ketiga, program ini merupakan lanjutan dari pemerintahan sebelumnya dan terbukti berhasil.
Sentimen positif ini ditengarai sebagai faktor utama investor terus memburu saham emiten properti, termasuk BBTN yang menguasai pasar kredit kepemilikan rumah (KPR). BBTN menjadi pilihan teratas karena akan menjadi ujung tombak pemerintah. Di satu sisi, BBTN memiliki rekam jejak panjang dalam melayani segmen masyarakat menengah bawah (MBR) selaku penerima KPR subsidi. Di sisi lain, BBTN berakar di kalangan pengembang properti, terutama segmen menengah bawah yang tersebar di banyak daerah.
“Kontraktor dari konglomerat tidak boleh ikut, dengan demikian, diharapkan roda ekonomi di pedesaan dapat berputar, sehingga daya beli masyarakat terdongkrak dan nantinya menambah pendapatan negara,” kata Bonny Z. Minang, Anggota Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Pada perdagangan kemarin, Senin (14/10/2024), saham BBTN naik sebanyak 2,07% menjadi Rp 1.480, bahkan dalam dua hari transaksi ini kenaikan saham BBTN telah mencapai 6,47% dari Rp 1.390 menjadi Rp 1.480. Pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) BBTN Rp 5,79 miliar.
Baca Juga
Transformasi Bikin Aset BTN Tumbuh 26% dalam 5 Tahun Terakhir
Kenaikan BBTN kemarin mengungguli saham bank papan atas lainnya, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,20% menjadi Rp 10.500 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,93% menjadi Rp 5.425. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ditutup stagnan. Sebaliknya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru ditutup turun.
Penguatan saham BBTN bersamaan dengan kenaikan mayoritas saham sektor property setelah Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, pemerintahan baru mewacanakan untuk penghapusan sejumlah pajak pembelian rumah, yaitu pajak penerimaan negara (PPN) sebanyak 11% dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebanyak 5% untuk 1-3 tahun. Hal ini bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian.
Baca Juga
BTN (BBTN) Bakal Akuisisi Bank Victoria Syariah? Ini Jawaban OJK
"Ada masukan-masukan agar PPN 11% dihapus untuk sementara waktu, mungkin 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun pertama, dihapuskan. Ini untuk mengurangi beban. Terus juga ada BPHTB sebanyak 5% bakal dihapus," katanya dalam Propertinomic Executive Dialogue di Jakarta, pekan lalu.
Prospek Saham
Meski harga saham BBTN telah melesat lebih dari 6% dalam dua hari transaksi di BEI, potensi penguatan lebih lanjut masih tetap terbuka. Selain didukung sentimen positif rencana penghapusan sebanyak 16% pajak property, kinerja keuangan perseroan akan didukung rencana pengembangan secara massif property di era pemerintahan Prabowo-Gibran.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra dalam riset terakhirnya memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan BTN mengerek kembali margin bunga bersih (NIM) bulanan menjadi 3% pada Agustus 2024 atau sudah memasuki pemulihan.
BTN juga akan kembali diuntungkan atas penurunan suku bunga acuan yang sudah mulai berlangsung. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800 per saham.
Grafik Saham BBTN

