IHSG Sesi I Melesat 0,58% Tersengat Calon Kabinet Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (15/10/2024), ditutup naik 44,2 poin (0,58%) menjadi 7.603,86. Pergerakan indeks dalam rentang 7.559-7.625 dengan nilai transaksi Rp 5,13 triliun.
Kenaikan tersebut tersengat sentimen positif sejumlah nama-nama calon menteri yang telah dipanggil presiden terpilih Prabowo kemarin. Daftar nama tersebut menggambarkan keberlanjutan, sehingga keyakinan investor terhadap ekonomi makin kuat.
Baca Juga
Pasar Saham Respons Positif Calon Menteri Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan indeks sesi I didukung penguatan sektor saham material dasar 1,14%, sektor consumer non primer 1,05%, sektor kesehatan 1,18%, sektor industry 0,58%, sektor keuangan 0,30%, dan sektor consumer primer 0,26%. Sebaliknya saham sektor property, energi, infrastruktur turun tipis.
Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham ini torehkan kenaikan harga yang mengesankan, seperti saham PT Multipolar Tbk (MLPL) naik 23,53% menjadi Rp 105, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) naik 21,57% menjadi Rp 62, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) sebanyak 16,94% menjadi Rp 580, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 13,73% menjadi Rp 58, dan PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 11,67% menjadi Rp 268.
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Carsurin Tbk (CRSN), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), dan PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup menguat 39,06 poin (0,52%) menjadi 7.559,66. Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 295,93 miliar. Terbanyak disumbangkan saham saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 165,57 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 144,36 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 65,16 miliar
.
Penguatan IHSG kemarin ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 1,74%, sektor energi 1,04%, sektor consumer non primer 0,89%, sektor teknologi 0,99%, sektor keuangan 0,44%, dan sektor consumer primer 0,40%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, sektor industry, sektor kesehatan, dan sektor transportasi.
Grafik IHSG

