Pasar Menunggu Prajogo Pangestu Turun Gunung Hentikan ARB Saham Barito Renewables (BREN)
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menanti aksi pemilik Prajogo Pangestu turun gunung untuk menyelamatkan penurunan harga lebih lanjut. Hal serupa pernah dilakukan Prajogo saat harga saham BREN anjlok hingga auto reject bawah (ARB) berhari-hari pada Juni lalu.
Jika aksi Prajogo tidak turun gungung dikhawatirkan saham BREN akan kembali terjerembah hingga ARB ke level Rp 5.675 atau mengalami koreksi sebanyak 20%. Apalagi total order jual saham BREN harga Rp 7.075 kemarin nilainya telah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
Kala itu, Prajogo turun gunung memborong saham setelah BREN turun beruntun hingga ARB dari level 11.250 hingga menyentuh level Rp 5.500. Saat harga mencapai titik terendah Rp 5.500, Prajogo langsung memborong sebanyak 37,84 juta saham BREN senilai Rp 251,69 miliar. Alhasil aksi tersebut berhasil menghentikan ARB saham BREN selama delapan hari beruntun.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN telah anjlok sebanyak 55,83% dalam dua hari transaksi. Saham BREN turun dari level Rp 11.025 menjadi Rp 7.075 pada penutupan perdagangan kemarin.
Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) BREN menguap sebanyak Rp 528 triliun. Kapitalisasi pasar BREN turun dari posisi Rp 1.474 triliun pada penutupan perdagangan saham Kamis (18/9/2024) menjadi Rp 946 triliun pada penutupan perdagangan saham di BEI kemarin. Penurunan tersebut menjadikan posisi BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar pertama tergusur menjadi ke peringkat dua.
Baca Juga
Koreksi dalam saham emiten terbesar yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terjadi setelah FTSE Russel mengeluarkan saham BREN dari perhitungan FTSE Global Index-large capital market. Padhal, saham BREN sebelumnya telah ditetapkan sebagai penghuni baru FTSE Global. Berita ini salah satu factor pendongkrak kinerja saham emiten geothermal tersebut dalam beberapa pekan terakhir hingga tembus rekor penutupan harga tertinggi.
Terkait gagalnya saham BREN masuk perhitungan FTSE Global, manajemen BREN dalam pengumuman resminya menyangkal bahwa free float saham rendah. Manajemen mengungkap daftar registrasi pemegang saham BREN, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 64,66%, Green Era Energy Pte Ltd sebanyak 23,60%, Jupiter Tiger Holdings sebanyak 3,94%, dan Prime Hill Funds mencapai 3,76%. Dengan demikian empat pihak tersebut hanya menguasai 95,97% saham BREN dan sisanya dimiliki Masyarakat.
Grafik Saham BREN

