ARB Berlanjut, Barito Renewables (BREN) Menuju Rp 5.500?
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan penurunan dahysat mencapai 55,83% dalam dua hari transaksi. Hal ini terjadi setelah saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melemah hingga auto reject bawah (ARB) berturut-turut dalam dua hari terakhir.
Koreksi dalam saham emiten terbesar yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terjadi setelah FTSE Russel mengeluarkan saham BREN dari perhitungan FTSE Global Index-large capital market. Berdasarkan data BEI, saham BREN hari ini ARB dengan penurunan Rp 1.750 (18,83%) menjadi Rp 7.075. ARB ini merupakan hari kedua setelah Jumat (19/9/2024) ditutup ARB Rp 2.200 (19,96%) menjadi Rp 8.825.
Baca Juga
Usai Sahamnya Anjlok hingga ARB, Manajemen Barito Renewables (BREN) Ungkap Informasi Ini
Lalu, sampai ke level mana penurunan harga saham BREN berlanjut? Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penurunan dalam saham BREN secara massif ini merupakan yang kedua kalinya sepanjang listing di BEI. Penurunan massif pertama terjadi mulai 29 Mei hingga 7 Juni 2024. Koreksi dalam tersebut dipengaruhi dua faktor, yaitu masuknya saham BREN ke papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) setelah mengalami suspensi lebih dari dua hari bursa akibat kenaikan harga signifikan.
Faktor lain penurunan dalam saham BREN datang dari pengumuman penundaan masuknya saham BREN dalam perhitungan FTSE Global Index-large capital market periode Juni 2024 akibat saham tersebut masuk PPK BEI dengan mekanisme perdagangan FCA.
Dua isu tersebut sempat membuat harga saham BREN anjlok parah dari level penutupan Rp 11.250 pada 22 Mei 2024 ke level penutupan Rp 6.050 pada 7 Juni 2024. Bahkan, BREN sempat menyentuh level Rp 5.500 pada 10 Juni 2024.
Baca Juga
Sedangkan pemulihan harga saham BREN hingga kembali menyentuh rekor harga penutupan tertinggi Rp 11.250 dibutuhkan waktu lebih dari tiga bulan. Pemulihan tersebut pun terjadi didukung sentimen pengumuman FTSE Russel untuk memasukkan saham BREN dalam perhitungan FTSE Global per 22 September 2024, meski akhirnya gagal.
Terkait gagalnya saham BREN masuk perhitungan FTSE Global, manajemen BREN dalam pengumuman resminya menyangkal bahwa free float saham rendah. Manajemen mengungkap daftar registrasi pemegang saham BREN, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 64,66%, Green Era Energy Pte Ltd sebanyak 23,60%, Jupiter Tiger Holdings sebanyak 3,94%, dan Prime Hill Funds mencapai 3,76%. Dengan demikian empat pihak tersebut hanya menguasai 95,97% saham BREN dan sisanya dimiliki Masyarakat.
Grafik Saham BREN

