Saham Barito Renewables (BREN) ARB!
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hancur hingga terjun auto reject bahwa (ARB) pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/9/2024), setelah FTSE Global membatalkan saham BREN masuk perhitungan indeks global tersebut.
Berdasarkan perdagangan awal BEI hari ini, saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terjun Rp 2.200 (19,96%) menjadi Rp 8.825. Bahkan, sebanyak 2,5 juta lot saham BREN sedang antri untuk dilepas di harga Rp 8.825.
FTSE Russel dalam pengumuman resminya Kamis (19/9/2024) menyebutkan bahwa FTSE Russell akan membatalkan saham Barito Renewables (BREN) sebagai konstituen perhitungan FTSE Global Equity Series - Large Cap. Empat pemegang saham perseroan menguasai sebanyak 97% dari total saham yang diterbitkan BREN.
Baca Juga
Gagal Masuk Indeks FTSE Global, Waspadai Pergerakan Saham Barito Renewbales (BREN)
Penghapusan akan efektif sejak pembukaan pada hari Rabu (25/9). Sebelumnya, BREN akan masuk ke dalam indeks FTSE Global Equity Series - Large Cap yang akan berlaku per 20 September 2024 dan efektif pada 23 September 2024.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 64,666% saham BREN dan sisanya Green Era Energy Pte yang juga perusahaan affiliasi memegang sebanyak 23,603%.
Penurunan dalam saham BREN berakibat fatal terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI yang anjlok sebanyak 142 poin (1,88%) menjadi 7.756. Penurunan tersebut juga memicu koreksi saham-saham emiten Prajogo Pangestu lainnya.
Sebelumnya, saham Barito Renewables (BREN) kembali sempat cetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan BEI, Rabu (11/9/2024), saham BREN ditutup menguat Rp 400 (3,48%) menjadi Rp 11.900. Dalam dua hari terakhir, saham BREN berhasil ditutup cetak rekor baru. Meski demikian rekor tertinggi intraday saham BREN level Rp 12.200 pada 17 Mei 2024 belum tercapai.
Baca Juga
Saham Arkha Jayanti (ARKA) Layak Dilirik, Kinerja Tetap Positif dan Didukung Penurunan Suku Bunga
Berkat penguatan harga tersebut, market cap saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melesat menjadi Rp 1.592 triliun atau memperkokoh posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.
Lompatan pesat saham BREN dalam beberapa pekan terakhir dimulai dari pengumuman resmi FTSE Global Equity Index yang bakal memasukkan saham BREN dalam indeks tersebut mulai 23 September. Kemudian, terbuka peluang saham BREN masuk dalam perhitungan MSCI Global Index.
Grafik Saham BREN

