IHSG Sesi I Babak Belur Akibat Kejatuhan Saham Emiten Prajogo Pangestu
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (20/9/2024), ditutup anjlok sebanyak 113,21 poin (1,43%) menjadi 7.92,18. Bahkan, IHSG sempat terjerembab ke level 7.738 atau anjlok lebih dari 2% di awal transaksi.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu setelah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) gagal masuk indeks FTSE Global untuk kapitalisasi pasar besar.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham BREN terjun bebas hingga auto reject bawah (ARB) Rp 2.200 (19,95%) menjadi Rp 8.825. Penurunan juga melanda saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 6,11% menjadi Rp 8.450, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terjungkal 8,37% menjadi Rp 1.095, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 14,41% menjadi Rp 7.575, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 8,46% menjadi Rp 11.900.
Sedangkan secara sectoral penurunan paling dalam melanda saham sektor infrastruktur 3,06%, sektor material dasar 1,52%, sektor energi 0,83%, sektor property 0,62%, sektor keuangan 0,33%, dan sektor industry 0,39%. Sebaliknya saham sektor teknologi dan consumer non primer masih menguat.
Meski IHSG terjerembab, dua saham ini masih berhasil pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) naik 34,13% menjadi Rp 224 dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) menguat 24,68% menjadi Rp 2.880.
Baca Juga
Targetkan Emisi Bersih Sektor Industri pada 2050, Menperin Agus Ungkap Strateginya
Kenaikan juga melanda saham PT Multipolar Tbk (MLPL) sebanyak 14,29% menjadi Rp 96, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menguat 13,66% menjadi Rp 208, dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) naik 12,94% menjadi Rp 96.
Kemarin, IHSG berhasil ditutup menguat sebanyak 76,25 poin (0,97%) ke level tertinggi baru sepanjang masa 7.905,39. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,08 triliun yang didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 557.75 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 452,95 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 309,06 miliar.
Grafik IHSG

