Chandra Asri (TPIA) Rilis Kinerja Mengecewakan di 2024 Picu Kejatuhan Seluruh Saham Emiten Prajogo Pangestu
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu berguruan pada perdagangan awal Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (18/3/2025). Kejatuhan terjadi setelah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merilis kinerja keuangan mengecewakan sepanjang 2024. Sebelum rilis kinerja keuangan, Prajogo Pangestu ternyata terpantau sudah merealisasikan cuan dengan melepas puluhan juta saham TPIA bernilai Rp 167 miliar.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 7,42% menjadi Rp 5.325, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 5,26% menjadi Rp 6.300, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terjerembab 7,64% menjadi Rp 6.350.
Baca Juga
Masuk Kategori PSN, Chandra Asri (TPIA) Siap Bangun Pabrik Senilai Rp 15 Triliun
Penurunan dalam juga dicatatkan saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sebanyak 8,42% menjadi Rp 2.500 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah sebanyak 3,23% menjadi Rp 750.
Penurunan dalam saham emiten Prajogo Pangestu bersmaan dengan berlanjutnya kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI anjlok sebanyak 135 poin (2,07%) menajdi 6.336 hingga pukul 09.25 WIB.
Terkait kinerja keuangan TPIA mencatatkan penurunan pendapatan dari US$ 2,15 miliar menjadi US$ 1,78 miliar pada 2024. Penurunan terdalam dipicu atas pelemahan pendapatan dari bisnis kimia. Sebaliknya bisnis infrastruktur masih catatkan pertumbuhan.
Baca Juga
Prajogo Lepas Puluhan Juta Saham Chandra Asri (TPIA) Bernilai Rp 167,20 Miliar, Ada Apa?
Penurunan pendapatan tersebut, ungkap manajemen TPIA, akibat adanya gangguan eksternal dalam pasokan dan permintaan yang mengurangi volume penjualan secara keseluruhan selama tahun 2024. Penurunan juga bagian dari dampak TAM yang direncanakan oleh perusahaan.
Di tengah penurunan tersebut laba kotor perseroan juga tergerus daru US$ 81,8 juta menjadi US$ 48,3 juta. EBITDA juga turun tajam dari US$ 130 juta menjadi US$ 76,1 juta. Alhasil rugi bersih TPIA membengkak dari US$ 31,5 juta menjadi US$ 57,3 juta.
Prajogo Tarik Cuan Sebelum Rilis Kinerja
Sebelumnya, Prajogo Pangestu telah terlebih dulu exit dengan melepas sebagian saham TPIA sebelum emiten tersebut merilis kinerja keuangan tahun 2024 denga penurunan pendapatan dan pembengkakan rugi bersih. Prajogo terpantau melepas sebanyak 23,20 juta saham (0,03%) saham TPIA dengan nilai Rp 167,20 miliar. Saham tersebut dilepas pada rentang harga Rp 7.100-7.400 pada 3-7 Maret 2025. Prajogo beralasan aksi jual ini bagian dari peningkatan free float saham TPIA di bursa.
Sebanyak 5 juta saham TPIA dilepas Prajogo dengan harga Rp 7.411 per saham pada 3 Maret, sebanyak 3 juta saham dengan harga Rp 7.208 pada 4 Maret, mencapai 4,54 juta saham dengan harga Rp 7.036 pada 5 Maret. Prajogo kembali menjual sebanyak 6,77 juta saham TPIA dengan rentang harga Rp 7.100-7.250 pada 6 Meret dan sisanya sebanyak 1,05 juta saham TPIA dilepas pada 7 Maret. Harga pelepasan tersebut jauh di bawha harga TPIA intraday sesi I hari ini di bawah level Rp 6.000.
“Penjualan tersebut bertujuan untuk menambah free float saham TPIA. Penjualan menjadikan total saham yang dimiliki Prajogo Pangestu berkurang dari semula 5,06% menjadi 5,03%,” tulisnya dalam penjelasan resmi tersebut manajemen TPIA di BEI pada 7 Maret 2025.

