Belajar dari Peretasan Indodax, Pakar Siber: Pentingnya Penguatan Regulasi dan Kesadaran Masyarakat Tentang Risiko Aset Digital
JAKARTA, investortrust.id - Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha mengungkapkan, kasus peretasan yang melanda salah salah satu platform digital aset exchange terbesar di Indonesia, Indodax bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Oleh karena itu, penguatan regulasi dan kesadaran masyarakat tentang risiko aset digital menjadi hal yang sangat penting.
“Pemerintah Indonesia dan badan-badan regulasi kemungkinan akan meninjau perlu langkah-langkah keamanan dan regulasi untuk bursa kripto menyusul insiden ini,” ujarnya, ketika dihubungi investortrust.id, Minggu (15/9/2024).
Insiden yang melanda Indodax ini, lanjut Pratama, juga seharusnya menjadi pengingat yang jelas tentang pentingnya deteksi dini ancaman dan tindakan cepat dalam menanggapi serangan peretasan.
”Karena jika deteksi atas adanya peretasan ini langsung diketahui tim keamanan Indodax, maka langkah pencegahan seperti melakukan isolasi sistem bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” katanya.
Baca Juga
Indonesia Peringkat ke-3 Adopsi Kripto di 2024, Kasus Indodax Diretas akan Geser Posisi Tersebut?
Dikatakan dia, peretasan Indodax menjadi pengingat yang sangat jelas tentang betapa pentingnya keamanan siber di era digital. Ada sejumlah hal yang perlu diutamakan agar insiden seperti ini tak terulang kembali, misalnya, perlunya memiliki dan memonitor secara seksama sistem pemantauan untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan.
Perlu juga memastikan kode program yang telah diuji dengan baik dan diaudit oleh perusahaan keamanan yang memiliki reputasi baik baik untuk meminimalkan kemungkinan peretasan. Lalu, mengembangkan rencana untuk menghentikan sementara protokol jika terjadi peretasan.
“Kemudian melakukan pendekatan keamanan berlapis termasuk langka-langkah yang kuat, penggunaan cold storage untuk menyimpan aset kripto secara offline, penggunaan multi faktor authentication, pelatihan karyawan, melakukan update secara berkala, dan audit keamanan secara terus menerus,” ucap Pratama.
Baca Juga
Insiden Peretasan Indodax, Pemerintah Perlu Siapkan Aturan Khusus Perdagangan Aset Kripto
Di sisi bersamaan, pemilik platform bursa kripto dan para penggunanya juga harus tetap waspada dan proaktif dalam melindungi aset mereka.Peretasan Indodax menjadi pengingat bahwa keamanan bukanlah sebuah hasil akhir, namun sebuah proses berkelanjutan yang memerlukan perhatian dan perbaikan terus menerus.
“Karena yang kita yakini aman pada saat ini belum tentu masih akan tetap aman keesokan harinya,” ujar Pratama.
Indodax Beroperasi Kembali
Sementara itu, saat ini Indodax sudah kembali beroperasi, mulai Sabtu kemarin (14/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya mengalami maintenance yang memakan waktu lebih dari tiga hari atau sekitar 77 jam, sejak Rabu (11/9/2024) pukul 10.00 WIB.
CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan, pihaknya bersama sejumlah world class cybersecurity consulting telah melakukan peninjauan terhadap seluruh infrastruktur Indodax, untuk memastikan tidak ada lagi exploit maupun backdoor di dalam sistem.
“Maka kami sudah membuka akses platform Indodax kepada publik,” ujar dia, dalam postingan Instagram pribadinya, Sabtu (14/9/2024).
Ia juga menegaskan, saldo aset anggota baik dalam bentuk rupiah maupun aset kripto tidak akan berubah dan tetap sama seperti sebelum proses maintenance.
“Seluruh saldo member sudah dipastikan aman 100%, baik rupiah maupun aset kripto,” kata Oscar.

