Ramai Kabar Pengguna Akan Tarik Dana Usai Maintenance Beres, Ini Tanggapan CEO Indodax
JAKARTA, investortrust.id - Insiden peretasan Indodax beberapa waktu lalu membuat khawatir para pengguna, bahkan tak sedikit dari mereka yang berencana menarik dananya (withdraw) ketika proses maintenance platform tersebut rampung. Menanggapi hal tersebut, CEO Indodax Oscar Darmawan tidak khawatir.
Menurutnya, bisnis crypto exchange bukan hanya mempersoalkan satu member, tapi lebih jauh itu murni mempertemukan pembeli dan penjual. Apabila berhasil mempertemukan keduanya, maka Indodax mendapatkan komisi.
“Apabila member mau melakukan withdraw baik saldo rupiah maupun kriptonya, kita tidak apa-apa, dipersilahkan,” ujarnya, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga
Karena menurutnya, ketika seseorang menyimpan saldo kripto atau rupiah, itu sebenarnya hanya menyimpan risiko. Kemudian persoalannya, risiko tersebut mau taruh di Indodax atau dipegang member.
“Dan sampai sejauh ini Indodax tidak pernah menyiapkan biaya penyimpanan. Berarti dengan hal itu jika user mau withdraw ya silahkan saja,” kata Oscar.
Baca Juga
Begini Kronologi Lengkap Peretasan yang Bikin Pelanggan Indodax Dag Dig Dug 3 Hari
Namun terlepas dari itu, ia melihat satu pola yang menarik tentang transaksi member Indodax pasca maintenance beres yaitu pada hari Senin-Selasa kemarin (16/9-17/9), Indodax masih bisa melayani transaksi hingga Rp 500 miliar.
“Dan kalau di CoinGecko, kita masih menjadi crypto exchange nomor satu dalam dua hari tersebut. Jadi saya berterima kasih sekali buat member Indodax yang ternyata masih percaya kepada kita dan kita akan berusaha menjawab kepercayaan para member,” ucap Oscar.
Sekadar informasi, saat ini Indodax sudah kembali beroperasi normal, terhitung sejak Sabtu (14/9) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya mengalami maintenance yang memakan waktu lebih dari tiga hari atau sekitar 77 jam, sejak Rabu (11/9) pukul 10.00 WIB.
Maintenance tersebut dilakukan usai salah satu platform digital asset exchange tersebut mengalami peretasan yang kabarnya menimbulkan kerugian mencapai US$ 20,58 juta atau setara Rp 317,24 miliar.

