Akun Kementerian BUMN, Kemenkes, OJK, dan Bukalapak Kena Retas, Dipakai Promosi Mata Uang Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Akun X (d/h Twitter) resmi milik Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diretas pada Kamis (19/9/2024) dini hari. Peretasan tiga akun X instansi pemerintah ini dilakukan oleh pihak yang sedang mempromosikan token mata uang kripto.
Berdasarkan pantauan Investortrust, ketiga akun tersebut mencuit hal yang sama, mempromosikan token mata uang kripto bernama $HACKED di blockchain Solana. Peretas juga menyematkan tautan alamat token.
"Akun ini diretas!
Memperkenalkan $HACKED di Solana.
Baca Juga
Data Perpajakan Jokowi dan Menterinya Diretas dan Dijual, Begini Tanggapan DJP Kemenkeu
Di setiap akun yang kami retas, kami menyematkan tautan untuk menuju ke alamat token untuk menaikkan nilai dan mencapai keuntungan bersama-sama," demikian cuitan dari akun X @KemenBUMN, @Kemenkes, dan @KemenBUMN.
Selain ketiga akun X tersebut, akun X resmi milik Bukalapak @bukalapak diketahui juga ikut menjadi korban peretasan yang sama. Beberapa akun milik instansi pemerintah dan perusahaan di luar negeri juga mengalami hal yang sama.
Baca Juga
Indonesia Peringkat ke-3 Adopsi Kripto di 2024, Kasus Indodax Diretas akan Geser Posisi Tersebut?
Lebih lanjut, Bukalapak, Kementerian BUMN, Kemenkes, dan OJK diketahui telah berhasil memulihkan kembali akun mereka masing-masing. Cuitan yang mempromosikan $HACKED sudah tidak terlihat kembali.
Namun, hanya Kementerian BUMN yang mengakui bahwa akun X mereka mengalami peretasan.
"Jangan lengah di dunia digital!
BUMiN sedih karena akun Kementerian BUMN pagi dini hari tadi kena serangan siber.
"Saling menguatkan dan mengingatkan," cuit akun @KemenBUMN.
Sebagai catatan, $HACKED diketahui awalnya hanya memiliki 42 pemilik dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 5.000. Setelah promosi yang dilakukan lewat peretasan sejumlah akun, token tersebut memiliki 436 pemilik, dan kapitalisasi pasarnya telah meningkat menjadi US$ 166.175,57.
Sementara itu, AVP of Media and Communications Bukalapak Fairuza Ahmad Iqbal mengatakan, saat ini akun X resmi Bukalapak telah kembali diambil alih pengaturannya. "Kami juga telah memperkuat sistem pengamanan semua platform resmi Bukalapak, termasuk mengimplementasikan sistem two-factor authentication, sebagai upaya pencegahan terjadinya insiden serupa di masa-masa mendatang. Bukalapak berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan semua pengguna platform kami," ujarnya kepada Investortrust, Kamis (19/9/2024).

