Setelah McD, Kini Giliran Akun Instagram Adele dan Mendiang Michael Jackson Kena 'Hack' dalam Penipuan Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pekan lalu, beberapa akun Instagram selebritas diretas untuk mempromosikan memecoin atau koin meme pump and dump berbasis Solana. Akun-akun yang diretas termasuk akun penyanyi Inggris Adele, rapper Amerika Future, penyanyi dan penulis lagu Afrika Selatan Tyla, dan mendiang bintang pop Michael Jackson.
Peretas mengakses halaman-halaman selebritas ini untuk membagikan unggahan hasil rekayasa AI yang menampilkan Future memegang koin berukuran besar bernama FREEBANDZ. Koin tersebut merupakan nama lini pakaian dan musik yang terkait dengan rapper tersebut, beserta alamat kontrak koin meme Solana, yang kapitalisasi pasarnya melonjak hingga US$ 900.000 sebelum anjlok.
Tak lama setelah peretasan, akun Instagram Future dinonaktifkan sebagai langkah perlindungan untuk mencegah eksploitasi lebih lanjut terhadap mereknya dan lebih dari 25 juta pengikutnya. Di sisi lain, Adele dan bintang-bintang lain yang terdampak belum memberikan komentar publik mengenai pembajakan tersebut.
Meskipun Instagram belum mengeluarkan pernyataan resmi hingga saat ini, banyak pakar siber yang menyoroti kerentanan dalam infrastruktur keamanan platform tersebut.
Baca Juga
Penipuan Kripto Meningkat di Hong Kong, SFC Tuding Efek Samping Regulasi 'Stablecoin'
Penipuan Kripto Naik
Industri mata uang kripto telah menghadapi lonjakan penipuan selama beberapa tahun terakhir. Akun Instagram resmi UFC diretas awal tahun ini, yang mengakibatkan kerugian sebesar US$ 1,4 juta bagi pengguna mata uang kripto.
Tahun lalu, peretas juga meretas akun Instagram McDonald's untuk mempromosikan GRIMACE, sebuah memecoin yang berbasis di Solana. Pada tahun 2022, seorang peretas berhasil meretas akun X dan YouTube Angkatan Darat Inggris untuk penipuan kripto.
Baca Juga
Eks Polisi Australia Kena Penipuan Kripto di Thailand, Rugi Nyaris Rp 20 Miliar
Skema kripto berbahaya bahkan telah membajak akun media sosial Barack Obama dan Elon Musk pada tahun 2020. Penipu semacam itu menggunakan akun media sosial terkemuka untuk meningkatkan nilai koin sebelum menjualnya dan menjatuhkan harganya, yang disebut skema pump and dump.
Selain itu, baru-baru ini, temuan perusahaan keamanan blockchain PeckShield mengungkapkan bahwa peretas mencuri US$ 142 juta dalam 17 insiden besar pada Juli 2025, meningkat 27,2% dibandingkan Juni 2025, yang menunjukkan jumlah US$ 111,6 juta. Meningkatnya penipuan kripto semakin menggarisbawahi perlunya langkah-langkah yang lebih baik dan lebih kuat untuk melindungi pengguna.

