Usai Kinerja Summarecon (SMRA) Lampaui Target, Peluang IPO Saham Anak Usaha dalam Waktu Dekat
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan lompatan pendapatan menjadi Rp 5,67 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,99 triliun. Kenaikan tersebut berdampak terhadap penguatan laba per saham dari Rp 26,78 menjadi Rp 45,65 per saham.
Lompatan laba tersebut berdampak terhadap kenaikan pesat laba periode berjalan perseroan dari Rp 536,04 miliar menjadi Rp 1,01 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 442,03 miliar menjadi Rp 753,68 miliar.
Baca Juga
Potensi Cuan Jumbo, Sekuritas Ini Pertahankan Target Saham Summarecon (SMRA) Rp 1.000
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, menyebutkan bahwa kenaikan pendapatan tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat laba usaha dari Rp 926,88 miliar menjadi Rp 2,23 triliun. Sedangkan beban keuangan perseroan naik dari Rp 355,64 miliar menjadi Rp 518,24 miliar. Alhasil, laba sebelum beban pajak final dan penghasilan meningkat dari Rp 667,12 miliar menjadi Rp 1,41 triliun.
Sedangkan dari sisi neraca keuangan, SMRA membukukan peningkatan total asset dari Rp 31,16 triliun menjadi Rp 32,05 triliun. Liabilitas juga naik dari Rp 18,86 triliun menjadi Rp 18,92 triliun. Ekuitas juga naik dari Rp 12,30 triliun menjadi Rp 13,13 triliun.
Stockbit Sekuritas dalam komentar pasar yang diterbitkan, Kamis (19/9/2024) menyebutkan, lompatan kinerja keuangan SMRA ditopang adanya one–off beban pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar Rp 402 M akibat konsolidasi properti investasinya ke anak usaha, PT Summarecon Investment Property (SMIP). Hla ini terlihat dari laba operasional semester I sudah melewati estimasi consensus tahun 2024.
Baca Juga
Bagikan Dividen Rp 9 per Saham, Summarecon (SMRA) Alokasikan Investasi Mall Rp 700 Miliar
Stockbit Sekuritas melanjutkan bahwa peluang SMRA membawa SMIP masih bursa semakin kuat setelah suku bunga BI Rate dan The Fed dipangkas”Kami melihat bahwa IPO saham SMIP kemungkinan segera dilakukan. Kami melihat IPO ini dapat menjadi katalis positif untuk unlock value SMRA di tengah momentum positif pemotongan suku bunga,” tulis riset tersebut.
Terkiat lompatan pendapatan SMRA didukung atas peningkatan tajam pengakuan pendapatan dari segmen residensial selama kuartal II-2024 mencapai Rp 3,5 triliun atau bertumbuh 137% YoY.Pertumbuhan pendapatan yang kuat memberikan leverage operasional yang signifikan, sehingga mendorong lonjakan laba operasional perseroan.
Stockbit Sekuritas melanjutkan bahwa penjualan Summarecon Mal Kelapa Gading ke SMIP sebagai bagian dari restrukturisasi untuk mempersiapkan SMIP melakukan IPO saham. “SMRA juga mencatat biaya dibayar dimuka sebesar Rp11 miliar sebagai ‘biaya IPO entitas anak'. Kami beropini bahwa SMRA akan segera melakukan IPO untuk SMIP,” tulisnya.
Grafik Saham SMRA

