Penjualan Lampaui Target Tahunan, Saham Summarecon Agung (SMRA) Direkomendasikan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penjualan marketing (marketing sales) solid senilai Rp 2 triliun pada kuartal IV-2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 41% secara kuartalan (qoq) dan sebanyak 15% secara tahunan (yoy).
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, Senin (13/1/2025), penyumbang utama kenaikan pesat marketing sales tersebut berasal dari proyek di property perseroan di Serpong, Bandung, dan Bogor melalui kombinasi produk eksisting dan peluncuran baru. Produk-produk tersebut mencatat tingkat serapan (take up rate) kisaran 63–65%.
Baca Juga
Hunian 'Ultra-Luxury' Summarecon Bekasi (SMRA) Tembus Rp 260 Miliar
Dengan tambahan tersebut, Summarecon (SMRA) mencatatkan marketing sales agregat sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 5,5 triliun atau naik 27% yoy. Capaian tersebut melampaui 111% dari panduan manajemen dan mencapai 132% dari Mandiri Sekuritas.
Pencapaian di atas ekspektasi tersebut mendorong Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 460, dibandingkan harga penutupan sahamnya kemarin level Rp 398. Artinya terbuka peluang kenaikan harga saham tersebut lebih dari 15%.
Baca Juga
IHSG Bisa Rebound Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin NCKL Layak Dilirik
Sebelumnya, SMRA mengumumkan telah meraup dana senilai Rp 536,29 miliar dari penjualan dua entitas anak usahanya, PT Bali Indah Development (BLID) dan PT Summarecon Bali Indah (SMBI), kepada PT Bukit Permai Properti (BKPP), anak usaha PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). Aksi korporasi ini ditegaskan melalui penandatanganan Akta Jual Beli Saham pada Jumat 28 November 2025.
Dalam transaksi tersebut, SMBI melepas 335.juta saham BKPP kepada BUVA dengan nilai Rp 375,46 miliar. Sementara itu, BLID menjual 143 juta saham miliknya di BKPP kepada BUVA senilai Rp 160,77 miliar.

