Ini Rencana Bisnis Perusahaan Gas Negara (PGAS) 2025-2027
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) telah menyiapkan pengembangan infrastruktur utama tahun 2025-2027 untuk memastikan pertumbuhan bisnis perseroan. Rancangan tersebut, disesuaikan dengan momentum perbaikan ekonomi, percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk mengembangkan segmen bisnis atau produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan emisi karbon (low carbon business).
Perusahaan meningkatkan penggunaan LNG yang tercermin dari pencapaian regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) floating storage receiving terminal (FSRU) Lampung.
Hal itu seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung, volume penyaluran gas mencapai 65 billion british thermal unit per day (BBTUD), meningkat 76% dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2023.
Baca Juga
PGN (PGAS) Gandeng ITDC, Kembangkan Jargas di Industri Pariwisata
“PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN juga akan tetap adaptif dan bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru seperti peningkatan bisnis LNG dengan menitikberatkan pada efisiensi serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,” jelas Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam paparan publik secara virtual, Selasa (17/9/2024).
PGN juga menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II. Jaringan ini akan membawa gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
Terdapat inisiatif bisnis baru, sejalan dengan pengembangan Pipa Cisem II di mana PGN akan membangun Pipa Distribusi Tegal – Cilacap dalam rangka gasifikasi Refinery Unit IV Cilacap. PGN bersinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), proyek ini dijadwalkan dimulai pada 2025 dengan volume commissioning yang dialirkan sekitar 51 MMSCFD.
Baca Juga
Usai Rilis Kenaikan Kinerja Semester I, Saham PGN (PGAS) malah Terjungkal, Kok Bisa?
PGN juga akan terlibat dalam proyek strategis proyek pipa gas WNTS-Pemping untuk menyalurkan gas dari Lapangan Natuna ke pasar dalam negeri. Rencana pembangunan Pipa Dumai – Sei Mangkei oleh pemerintah melalui dana APBN berpotensi dapat mengintegrasikan pipa gas di Sumatera.
Hal tersebut juga akan menjadi peluang PGN dalam mengambil potensi pasokan gas dari Blok Andaman. Fasilitas LNG Arun rencananya juga akan dikerahkan untuk memanfaatkan pasokan gas dari Blok Andaman.
Peningkatan penggunaan gas bumi dapat terealisasi dari hasil integrasi infrastruktur di Jawa Tengah. Ini telah terealisasi melalui fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) yang dioperasikan oleh afiliasi Subholding Gas yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas).
Mengalirkan gas bumi dari Pertamina Eksplorasi & Produksi (PEP) Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui pipa ruas Gresik-Semarang. Infrastruktur dari JTB.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bukukan Laba Bersih USD 186,6 Juta di Semester I-2024
“Tekanan serta pembagiannya dilakukan di ORF Tambak Rejo terintegrasi dengan selesainya sistem distribusi Jawa Tengah. Ini mengalirkan gas bumi menuju sektor pembangkit listrik IP Tambak Lorok dan sejumlah industri, komersial, serta rumah tangga di Semarang-Demak,” papar Arief.
Infrastruktur tersebut terintegrasi dan memperkuat layanan dari pipa Cirebon-Semarang tahap I (Cisem I). Saluran ini melayani kebutuhan gas bumi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Tambak Aji, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, IP Tambak Lorok, serta rumah tangga hingga industri dan sektor komersial di Semarang - Demak.
Adanya integrasi infrastruktur semakin meningkatkan penyerapan gas Jawa Tengah dari 48 BBTUD menjadi 60-70 BBTUD. “Tambahan serta integrasi sejumlah infrastruktur ini diharapkan akan bisa semakin memenuhi kebutuhan gas bumi pelanggan, baik industri maupun rumah tangga,” sambung Arief.
Di Jawa Tengah, optimalisasi infrastruktur gas bumi ini setidaknya bisa memenuhi kebutuhan gas bumi untuk pembangkit listrik sebanyak 31 industri dan komersial, serta 29 pelanggan kecil. Terdapat peningkatan penyerapan gas dari 0,5 BBTUD menjadi 3,5 BBTUD.
Baca Juga
“Sejumlah inisiatif dilakukan PGN tentu saja dengan didasari misi serta komitmen untuk terus konsisten menyediakan energi berbasis gas yang memberi nilai tambah bagi seluruh pelanggan,” tegas dia.
Di samping itu, proyek revitalisasi tangki LNG Arun terus berjalan untuk meraih target menjadikan Terminal LNG Arun sebagai pemimpin Hub LNG di Asia. Salah satu tahap awal adalah merevitalisasi tangki F-6004. Hingga kuartal II-2024, kemajuan konstruksi paket non-tangki telah mencapai 27.227% dan paket tangki sebesar 8.16%.
Selain strategi dalam upaya penyerapan gas bumi sebagai energi transisi secara lebih optimal, perluasan transmisi dan distribusi itu juga akan mendorong aspek profitabilitas PGN secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan semakin besarnya jumlah serapan para pelanggan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sampai dengan semester I-2024, jaringan pipa milik PGN mencapai 13.319 km atau bertambah 626 km. Total jumlah pelanggan PGN ada 821.245, terdiri atas 3.165 pelanggan industri dan komersial, 2.017 pelanggan kecil, kemudian 816.063 pelanggan rumah tangga.
Baca Juga
Kinerja PGAS Dinilai Sesuai Ekspektasi, Rekomendasi Beli Saham Dipertahankan
Di luar dari infrastruktur transmisi gas bumi, perseroan juga akan membangun infrastruktur untuk transportasi energi lainnya melalui pipa yaitu membangun pipa Bahan Bakar Minyak (BBM).
Upaya itu dilakukan melalui sinergi anak perusahaan yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk membangun pipa BBM Cikampek–Plumpang dengan skema Build Maintenance-Transfer (BMT) dalam waktu 10 tahun masa pengoperasian. ”Pembangunan pipa tersebut merupakan salah satu pengembangan portofolio bisnis Subholding Gas dalam lingkup bisnis infrastruktur khususnya transportasi energi melalui pipa,” ungkap Arief.
Manajemen pun saat ini tengah memproses penyusunan Perjanjian Penyediaan Jasa Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang antara Pertagas dan PPN. Infrastruktur ini akan memiliki kapasitas volume sebesar 4,6 miliar liter per tahun dengan panjang 96 km.
Grafik Saham PGAS

