Perusahaan Gas Negara (PGAS) Serap Capex US$ 94 Juta, Penggunaan Digunakan untuk Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), telah menyerap anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 94 juta sampai Juni 2025. Angka ini setara dengan Rp 1,52 triliun dari kurs jisdor Bank Indonesia (BI) pada 30 Juni 2025 senilai Rp 16.231 per Dolar Amerika Serikat.
Direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara (PGN) Catur Dermawan mengatakan, sebanyak 67% capex pada paruh pertama tahun ini diserap oleh segmen hilir (downstream) dan lainnya. Sedangkan 33% diserap oleh segmen hulu (upstream).
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, perseroan memproses lima proyek pada semester I-2025. Pertama, perseroan menggarap bangunan pipa minyak antara TBBM Cikampek-Plumpang. Proyek ini direncanakan beroperasi secara komersial (commissioning) pada kuartal III-2027 dengan total capex US$ 90 juta dan anggaran khusus 2025 di kisaran US$ 20 juta.
Baca Juga
Arief Kurnia Nakhodai PGN (PGAS), Tony Hoesodo Didapuk Jadi Komut
“Sampai Juni 2025, EPC proyek ini dalam proses pengadaan dengan realisasi year to date sebesar US$ 7,8 juta dari pengadaan pipa, FEED (front-end engineering design), dan biaya perizinan,” jelas Hery dalam Pubex Live, baru-baru ini.
Kedua, PGN memulai proyek infrastruktur pipa gas Tegal-Cilacap berkapasitas 51 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) yang targetnya dapat commissioning pada kuartal III-2026 dengan capex US$ 125 juta. Khusus tahun ini, proyek pipa gas Tegal-Cilacap mendapat anggaran capex sebesar US$ 7 juta.
“Proyek ini akan memperluas jangkauan infrastruktur gas bumi untuk pelanggan di sisi selatan Pulau Jawa, maupun potensi pelanggan di sepanjang jalur pipa. Sehingga pemanfaatan gas bumi akan meningkat,” sambung Hery.
Ketiga, PGN memiliki proyek jaringan gas (jargas) yang merupakan program strategis nasional. Tahun ini capex jargas PGN ditetapkan sebesar US$ 29 juta dengan realisasi US$ 6,2 juta pada semester I-2025.
Baca Juga
Gas Kembali Normal, PGN (PGAS) Pastikan Pasokan 100% untuk Industri
Hingga Juni 2025, PGN telah menambah 13.959 sambungan rumah tangga. Sedangkan secara total, upaya perluasan jargas sejak 2021 telah mencapai 143.087 sambungan. “Ke depan, PGN akan terus berupaya mengembangkan jargas sebagai bentuk pelayanan PGN dalam menghadirkan energi bersih kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hery.
Keempat, PGN menjalankan proyek Revitalisasi Hub LNG Tank Arun. Dengan mempertimbangkan potensi dan lokasi strategis di sepanjang jalur perdagangan utama, serta pasar LNG yang berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan, perusahaan melakukan revitalisasi tanki F6004.
Proyek tersebut ditargetkan rampung atau commissioning pada kuartal IV- 2025. Sampai Juni 2025, kemajuan konstruksi telah mencapai 81,1% untuk tank dan 94,39% untuk non-tank, dengan realisasi capex US$ 6,6 juta.
Baca Juga
Kelima atau proyek terakhir adalah proyek Biomethane. Sampai dengan Juni 2025, proyek ini sedang memasuki tahap pengadaan EPC kontraktor. Berdasarkan hasil investasi, menghasilkan empat kandidat EPC kontraktor untuk proses pengadaan.
Sejalan dengan proses tersebut, PGN juga menyiapkan fasilitas injection point untuk dapat mengalirkan Biomethane ke dalam jaringan pipa transmisi PGN yang direncanakan akan on-stream pada tahun 2026. “Proyek ini merupakan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan di era transisi energi yang mendukung net zero emission pada 2060,” pungkas Hery.

