Usai Rilis Kenaikan Kinerja Semester I, Saham PGN (PGAS) malah Terjungkal, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN terjungkal usai rilis laporan kinerja keuangan semester I-2024. Padahal, kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan solid.
Laba periode berjalan perseroan melambung dari level US$ 199,15 juta pada semester I-2023 menjadi US$ 232,62 juta pada semester I-2024. Sedangkan total laba perioder berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari US$ 145,32 juta menjadi US$ 186,60 juta.
Baca Juga
PGN Integrasikan Pengelolaan Infrastruktur dan Komoditas Gas, Jawab Kebutuhan Gas di Sektor Hilir
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari US$ 1,78 miliar menjadi US$ 1,81 miliar. Laba bruto juga meningkat dari US$ 368,11 juta menjadi US$ 407,22 juta. Laba operasio juga menguat dari US$ 283,53 juta menjadi US$ 293,16 juta.
Terkait pergerakan harga saham PGAS pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/8/2024), mengalami penurunan Rp 95 (5,65%) menjadi Rp 1.585 hingga pukul 09.50 WIB. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.575-1.655.
Baca Juga
Di Tengah Lompatan Kinerja dan Harga Emas, Saham J Resources (PSAB) Menggiurkan
“Realisasi kinerja keuangan PGAS semester I tahun ini di bawah perkiraan kami, meski demikian pencapaian tersebut setara dengan 55,7% dari target Mandiri Skeuritas dan 56,3% dari consensus analis,” tulis riset Mandiri Sekuritas.
Perseroan mencatatkan normalisasi spread gross distribusi gas menjadi US$ 1,61 per mmbtu pada kuartal II-2024, dibandignkan kuartal I-2024 sebanyak US$ 2,29 per mmbtu. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan netral saham PGAS dengan target harga Rp 1.700 per saham.
Grafik Saham PGAS

