Kinerja PGAS Dinilai Sesuai Ekspektasi, Rekomendasi Beli Saham Dipertahankan
JAKARTA, investortrust.id – Perolehan laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada kuartal II-2024 dinilai sesuai ekspektasi pelaku pasar, yakni mencapai US$ 65 juta atau naik 10,4% secara tahunan (yoy).
Bila diakumulasi selama 6 bulan atau sepanjang semester I-2024, laba bersih PGAS tembus US$ 186,6 juta atau tumbuh 28% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 145,32 juta.
Sementara itu, pendapatan PGAS tercatat naik tipis pada semester I-2024 menjadi US$ 1,8 miliar atau tumbuh 3,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 1,78 miliar. Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan average selling price (ASP) minyak dan gas.
Baca Juga
Infovesta Sebut Program Makan Bergizi Gratis Bisa Lambungkan Saham Consumer Goods
PT CGS International Sekuritas Indonesia mencermati torehan kinerja PGAS sejalan dengan proyeksi, dengan pencapaian sebesar 53% dan 50% dari proyeksi setahun penuh.
“Menurut kami capaian kuartal II-2024 merupakan titik terendah untuk spread distribusi gas di tahun 2024, dan kami memperkirakan akan pulih pada semester II-2024, didorong oleh permintaan gas yang lebih tinggi di Jawa Barat pada periode tersebut,” tulis analis CGS Sekuritas Bob Setiadi dan Rut Yesika pada risetnya, Selasa (3/9/2024).
Lebih lanjut, PGAS membukukan kenaikan pendapatan distribusi gas menjadi US$ 94 juta pada kuartal II-2024, yang mendorong pendapatan distribusi gas semester I-2024 menjadi US$ 148 juta atau naik 10,8% yoy, ditopang oleh peningkatan volume di semester I-2024 menjadi 1.479 mmscfd tumbuh 4% yoy dan ASP yang lebih tinggi.
Sedangkan, pendapatan distribusi gas turun 3,3% yoy di kuartal II-2024, yang dipengaruhi oleh penurunan volume distribusi gas yang melemah 11% yoy dan spread yang melemah 7% yoy.
Baca Juga
“Penurunan volume ini menurut pandangan kami disebabkan oleh libur Idulfitri dan kurangnya pasokan gas,” terangnya.
Sedangkan pada kuartal II-2024, spread distribusi gas PGAS turun menjadi US$ 1,63/mmbtu dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,75/mmbtu yang disebabkan permintaan yang lebih rendah selama Hari Raya Idulfitri dan permintaan yang lebih tinggi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) di mana marjin yang lebih rendah.
Di samping itu, PGAS juga menghapus biaya pemakaian berlebih untuk pelanggan di Jawa Barat setelah menggunakan LNG pada bulan Mei 2024.
Oleh sebab itu, CGS Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy pada saham CGAS, mengingat perkiraan laba bersih dari Perseroan yang lebih tinggi di akhir 2024 dan 2025, seiring membaiknya margin distribusi gas. Target harga berdasarkan DCF CGS Sekuritas tidak berubah di Rp 1.800.
Di sisi lain, CGS Sekuritas mencermati bahwa downside risks-nya adalah pembentukan pencadangan lebih lanjut untuk kontrak LNG, pasokan yang lebih rendah dari perkiraan untuk blok Corridor dan lifting hulu yang lebih rendah di blok Pangkah. Kemudian, re-rating catalysts adalah pembayaran dividen yang lebih tinggi dan permintaan distribusi gas yang lebih baik dari industri di Jawa.
Grafik Harga Saham PGAS secara Ytd:

