Adik Prabowo Pimpin Satgas Perumahan, Prospek BBTN Bakal Cerah
JAKARTA, investortrust.id – Penunjukkan Hashim Djojohadilkusumo sebagai Ketua Satuan Tugas Perumahan tim transisi pemerintahan baru diperkirakan menjadi katalis positif bagi saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero). Apalagi BBTN tercatat sebagai bank andalan pemerintah dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selama 10 tahun terakhir.
Hashim adalah pengusaha papan atas yang juga adik kandung Prabowo. Sejak ditunjuk sebagai ketua Satgas, ia telah menggelar sejumlah pertemuan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di industri properti, termasuk BBTN. Hashim bahkan menyempatkan hadir saat acara peluncuran Pilot Project Rumah Rendah Emisi untuk segmen MBR yang dihelat BBTN pekan lalu.
Baca Juga
Saham BTN (BBTN) Melesat hingga Diborong Pemodal Asing, Spin Off UUS Mendekat?
“Agenda perumahan rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintahan baru. Nah, keberadaan pak Hashim sebagai ketua Satgas Perumahan semakin menunjukkan betapa seriusnya presiden terpilih dalam menunaikan janji politiknya sejak hari pertama memimpin,” kata Panangian Simanungkalit, pengamat properti yang juga aktif di tim kampanye Prabowo Gibran.
Sebagai pembanding, Presiden Joko Widodo menjalankan program rumah bersubsidi sebanyak 1 juta rumah per tahun untuk meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki hunian layak. Data Kementrian PUPR menunjukkan secara agregat target tersebut selalu berhasil dicapai kendati situasi makro ekonomi sempat tidak kondusif lantaran dihantam pandemi Covid 19 pada 2019 - 2021.
Di era kepemimpinan Prabowo - Gibran, target pengadaan rumah bersubsidi ditingkatkan menjadi 3 kali lipat, alias sebanyak 3 juta rumah pertahun. “Belajar dari program rumah subsidi sebelumnya, BBTN diperkirakan bakal menjadi ujung tombak. Artinya, BBTN memiliki peluang untuk melipatgandakan angka penyaluran kreditnya, baik ke para pengembang maupun konsumen akhir. Ini bakal signifikan dampaknya bagi BTN,” ungkap Panangian.
Baca Juga
Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah, Hashim: Genjot Segmen Properti dan Berantas Judi Online
Selain berimbas ke penyaluran kredit, BBTN juga akan menikmati akses ke dana murah karena bertambahnya jumlah nasabah. Dan tidak tertutup kemungkinan BBTN bisa disuntik tambahan modal untuk memperbesar kapasitas kredit, apabila realisasi program rumah bersubsidi membutuhkan akselerasi.
Pemerintahan baru berencana membangun perumahan rakyat sebanyak 1 juta rumah di perkotaan dan 2 juta rumah di pedesaan per tahun. Selain untuk mengatasi backlog di hunian yang sebesar 12,7 juta unit, program ini juga bagian dari strategi pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi 8%. Sektor properti menjadi andalan karena memiliki andil sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Dampaknya bagi BTN
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menilai program pembangunan tiga juta rumah tersebut menjadi sentimen yang menjanjikan bagi penyaluran KPR BTN. Bahkan, dampaknya akan sangat besar, dibandingkan dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya.
Miftahul menjelaskan, selain program rumah subsidi, berlanjutnya program perpanjangan intensif PPN DTP 100% untuk sektor perumahan sampai akhir tahun juga dapat mendorong kenaikan penyaluran kredit BBTN berkisar 10-11% sampai akhir tahun. “Target pertumbuhan kredit tersebut masih cukup potensial untuk dicapai, jika dilihat di periode sebelumnya kredit BBTN sudah mencapai Rp 352,06 triliun atau meningkat 14.45 yoy pada semester I 2024,” ujar Miftahul saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Bos BTN Ungkap Proses Due Diligence BUS, Akuisisi Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Dia menambahkan, BTN juga akan mendapatkan dukungan sentiment positif dari peluang penurunan tingkat suku bunga pada semester II 2024 yang dimulai dengan target penurunan The Fed bulan ini. Penurunan suku bunga akan berimbas terhadap peningkatan permintaan kredit bersamaan dengan perbaikan kualitas kredit.
Pandangan positif terhadap BBTN juga datang dari analis MNC Sekuritas Herditya T Wicaksana. Dia merekomendasikan buy on weakness saham BBTN dengan target harga Rp 1.455-1.495.
Sementara itu, Analis Mandiri Skeuritas Boby Kristanto dan Kresna Hutabarat dalam riset hari ini mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut mempertimbangkan revisi skema penyaluran KPR bersubsidi, spin off unit usaha syariah, dan penjualan aset bermasalah (NPL Asset sale).
Baca Juga
Sebelumnya, BTN berhasil mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan sebanyak 14,4% menjadi Rp 352,06 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 307,66 triliun. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelaumnya mengatakan, penyaluran kredit dan pembiayaan perumahan masih mendominasi total kredit dan pembiayaan perseroan pada semester I-2024.
Dalam acara diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar Apec Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Sabtu (31/8/2024), Hashim mengatakan Indonesia dapat meningkatkan GDP perumahan dari angka 14% saat ini menjadi 25% lewat program perumahan besar-besaran. Rencana ini diharapkan dapat menambah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 1,5% hingga 2,5% per tahun.
Grafik Saham BBTN

