Target Harga BSD (BSDE) Direvisi Naik, Simak Faktor Pendorong Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau BSD direvisi naik, seiring dengan ekspektasi target penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 9,5 triliun tahun ini tercapai. Revisi naik jgua mempertimbangkan peluang peluncuran produk baru bekerja sama dengan pemilik lahan pada paruh kedua tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target marketing sales BSDE menjadi Rp 9,5 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan semula Rp 7,70 triliun. Proyeksi pendapatan perseroan direvisi naik dari semula Rp 10,19 triliun menjadi Rp 13,54 triliun. Begitu juga dengan revisi naik laba bersih tahun ini dari semula Rp 2,28 triliun menjadi Rp 3,86 triliun.
Revisi naik target marketing sales hingga kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham BSDE dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.550. Target tersebut membuka potensi penguatan lebih dari 20% saham emiten yang dikendalikan Sinarmas ini.
Baca Juga
BSDE Ungkap Perkembangan Proses Akuisisi Saham Suryamas (SMDM)
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh dalam risetnya menyebutkan sejumlah faktor yang membuat porpsek kinerja keuangan dan saham BSDE lebih baik ke depan. Di antaranya, BSDE merupakan pengembang property dengan konektivitas yang baik untuk seluruh kawasan property yang dikembangkannya. Hal ini menjadi kunci penjualan property perseroan yang kuat.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Senin (9/9/2024), dengan konektivitas kuat kawasan property yang dikembangkannya, seperti BSD City, dengan jalan raya utama menuju Jakarta dan kedekatan BSD City dengan pusat transportasi telah menjadi faktor utama tingginya permintaan property di kawasan ini.
Estimasi Kinerja Keuangan BSDE
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Selain itu, BSDE didukung sejumlah proyek lain yang berlokasi strategis di pinggiran kota Jakarta dengan fasilitas transportasi yang saling terhubung. “Misalnya, Grand Wisata Bekasi berhasil berhasil catat kenaikan penjualan pemasaran sebesar Rp 300 miliar per tahun setelah LRT Jabodebek dioperasikan, kami percaya proyek-proyek ini akan mendukung penjualan pemasaran inti BSDE ke depan,” tulis riset tersebut.
Selain faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, dengan peluncuran produk-produk baru diharapkan menjadi penopang pertumbuhan penjualan marketing perseroan hingga akhir tahun ini. Peluncuran tersebut diharapkan membuat target marketing sales BSDE senilai Rp 9,5 triliun bakal tercapai tahun ini.
Baca Juga
“Produk BSDE yang baru diluncurkan yakni, Wynyard at Hiera BSD City dapat berkontribusi 2-4% untuk penjualan pemasaran hingga akhir tahun ini, dengan tingkat pengambilan yang relatif menarik rata-rata 32% di BSD City,” jelasnya.
Didukung sejumlah keunggulan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas melanjutkan rekomendasi untuk beli BSDE dengan target harga saahm Rp 1.550 per saham. Target harga tersebut
“Kami memasukkan akuisisi SMDM dengan menilai land bank secara konservatif dengan diskon 70% terhadap nilai pasar. Kami mengharapkan BSDE untuk menerapkan strategi pemasaran yang serupa dengan proyek SMDM,” paparnya.
Grafik Saham BSDE

