Realisasikan Marketing Sales 51%, Simak Target Saham BSD (BSDE) Berikut
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Serpond Damai Tbk (BSDE) membukukan penjualan marketing Rp 4,84 triliun hingga semester I-2024. Angka tersebut setara dengan 51% dari target tahun ini bernilai Rp 9,50 triliun.
Pengembang kota mandiri dan anggota kelompok property Sinar Mas Land ini menyebutkan bahwa perolehan marketing sales tersebut bertumbuh 1% dari realisasi periode sama tahun lalu Rp 4,79 triliun.
Baca Juga
Anak Usaha Sinarmas Ini Kembali Borong Puluhan Juta Saham BSD (BSDE)
"Kinerja kuat tersebut mencerminkan keberhasilan efektivitas strategi disertai dengan daya tarik proyek-proyek perseroan. BSD City tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap marketing sales perseroan. Raihan angka penjualan kawasan residensial dan komersial mencerminkan respons positif dari konsumen,” terang Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Perseroan mencatatkan bahwa BSD City berkontribusi sebanyak 71% terhadap total marketing sales semester I-2024. Penjualan tersebut berasal dari proyek Navara Park, The Zora, dan Hiera. Sisanya disumbangkan Grand WIsata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur dengan kontribusi masing-masing 12% dan 5%.
Marketing sales tersebut juga dikontribusikan penjualan lahan kepada Perusahaan patungan, PT Sinar Mitbana Mas untuk pengerjaan proyek Hiera. Penjualan lahan ini berkontribusi senilai Rp 565 miliar terhadap marketing sales semester I-2024.
“Kami optimis dengan dukungan dari program penjualan nasional dan kebijakan pengembalian PPN sepanjang tahun 2024, target prapenjualan sebesar Rp 9,50 triliun sepanjang tahun ini bisa tercapai," tutup Hermawan.
Baca Juga
Emiten Properti Bangkit! Empat Saham Ini Direkomendasikan 'Buy'
“Kami memandang bahwa kinerja keuangan emiten properti akan tumbuh sehat tahun ini, meski ada beberapa faktor eskternal yang bisa memengaruhi penjualan tahun ini,” tulis riset analis MNC Sekuritas Muhamad Rudy Setiawan.
MNC Sekuritas penguatan rupiah bersamaan dengan terkendalinya inflasi dan ketagangan geopolitik global mereda, saham-saham emiten properti diharapkan kembali bangkit. Sedangkan sentimen negatif datang dari tingkat suku bunga yang masih tinggi kini.
Grafik Saham BSDE

