Ini Top 10 Saham Undervalued Sektor Kesehatan, Ada TSPC, SIDO, dan KLBF
JAKARTA, investortrust.id - Daftar 10 saham undervalue sektor kesehatan mayoritas diisi oleh sejumlah saham dengan kinerja yang baik. Contohnya adalah PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Selain itu, saham-saham sektor kesehatan yang juga masuk dalam kategori undervalued adalah saham PEVE, HALO, DVLA, PRDA, MERK, OMED, dan SOHO.
Menurut catatan investortrust.id, hingga akhir pekan ini (6/9/2024) saham TSPC memiliki price to earning ratio (PER) sebesar 9,91 kali dan price to book value (PBV) sebesar 1,21 kali.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 10% Tahun Ini
Sedangkan PER saham SIDO sebesar 18,09 kali dan PBV 6,27 kali sementara KLBF memiliki PER sebesar 25,95 kali dan PBV sebesar 3,09 kali. Ketiga emiten tersebut kinerja yang positif pada semester I 2024.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Soekarno Alatas mengatakan bahwa beberapa saham tersebut masuk ke dalam kategori undervalue sebab PER yang di bawah rata-rata industri, kemudian PBV dibawah 1-2 kali atau rata-rata industri.
Baca Juga
Asal tahu, TSPC telah mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 18,5% yoy menjadi Rp 821,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 692,8 miliar. Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan juga tumbuh 4,6% menjadi Rp 6,8 triliun pada semester I 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 6,5 triliun.
Sementara itu, SIDO juga telah membukukan kinerja yang positif pada semester I 2024 dengan mencatat laba bersih sebesar Rp 608,49 miliar atau naik 35,70% dari periode yang sama tahun lalu Rp 448,10 miliar. Kenaikan laba tersebut juga didorong oleh pendapatan SIDO yang tumbuh 14,67% menjadi Rp 1,89 triliun.
Tahun ini, manajemen Sido Muncul optimistis pertumbuhan penjualan dan laba bersih dapat tumbuh 10% sepanjang tahun ini yang ditopang oleh peningkatan permintaan dan kehadiran produk baru. Lebih lanjut, manajemen SIDO juga gencar melakukan ekspansi pasar ke mancanegara salah satunya membuka pasar ke Vietnam pada semester II 2024.
Di samping itu, Kalbe Farma juga membukukan kinerja yang positif yang dibuktikan dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,80 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,52 triliun. Angka ini naik 18%.
Hal ini didorong dengan pertumbuhan pendapatan pada semester I 2024 menjadi Rp 16,32 triliun. Angka ini tumbuh 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 15,17 triliun. Tahun ini, Kalbe Farma membidik pertumbuhan laba bersih 13%-15% secara year on year (yoy) pada 2024 dibandingkan tahun lalu

