Cukai Minuman Berpemanis Diterapkan Tahun Depan, Waspada Prospek Saham Emiten Konsumer Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah berencana mulai cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Kebijakan ini diprediksi berimbas bakal berdampak terhadap tingkat keuntungan emiten yang memproduksi minuman pemanis ke depan.
CGS Sekuritas memperkirakan bahwa kebijakan ini akan membuat pendapatan emiten konsumer terdampak. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menjadi emiten yang paling terdampak, terutama produk kopi instan dan sereal.
Kemudian, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga terpengaruh, termasuk minuman energi. Sedangkan dampaknya bagi PT Cisarua Mountain Diary Tbk (CMRY) akan tergantung, apakah produk susu dikenakan cukai. Emiten lainnya yang terpengaruh adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).
Baca Juga
Serius, Kemenkeu Targetkan Pengenaan Cukai Minuman Berpemanis 2025
Di sisi lain, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dapat menjadi emiten yang paling sedikit terdampak, yaitu sebesar 2% dari pendapatannya, terutama dari jus Buavita.
Oleh sebab itu, CGS Sekuritas memberikan strategi kepada emiten untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut. Dengan menggunakan asumsi cukai minuman berpemanis sebesar Rp 1,771 per liter seperti yang diusulkan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF), SIDO harus menaikkan ASP campurannya sebesar 18%, CMRY sebesar 15% dengan asumsi produk susu dikenakan cukai, MYOR sebesar 9%, ICBP sebesar 8% (1% jika produk susu tidak termasuk), dan UNVR sebesar 1%.
“Kami juga mengasumsikan volume akan turun setelah kenaikan ASP,” tulis analis CGS Hadi Soegiarto, Baruna Arkasatyo, dan Joanne Ong dalam risetnya yang dikutip Kamis (5/9/2024).
Baca Juga
Soal Rencana Cukai Minuman Berpemanis, Ini Respons PT Ichi Tan Indonesia
Menurut CGS, sektor sektor consumer staples akan terus mendapatkan keuntungan dari kebijakan yang semakin memihak kepada konsumen kelas bawah.
“Upside risks potensi pemberian insentif untuk konsumsi dari pemerintahan yang baru sementara downside risks termasuk tingginya PHK di pasar kerja yang membebani daya beli. Pilihan utama kami adalah ICBP karena perusahaan ini akan diuntungkan oleh kebijakan pemerintah yang pro-konsumen kelas bawah,” terangnya.
CGS Sekuritas merekomendasikan add saham ICBP dengan target harga (TP) Rp12.400, hold saham SIDO dengan target harga (TP) Rp700, dan add saham MYOR dengan target harga (TP) Rp2.850.

